<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/wordpress-mu-1.0" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>Masjid Jami' Bachir Ahmad</title>
	<link>http://bachirahmad.myminaret.com</link>
	<description>Kompleks Pinang Griya Permai Tangerang</description>
	<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 23:50:38 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=wordpress-mu-1.0</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Penentuan Awal dan Akhir Ramadhan</title>
		<link>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/26/penentuan-awal-dan-akhir-ramadhan/</link>
		<comments>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/26/penentuan-awal-dan-akhir-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 08:17:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bachirahmad</dc:creator>
		
		<category>Ma'lumat</category>

		<guid isPermaLink="false">http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/26/penentuan-awal-dan-akhir-ramadhan/</guid>
		<description><![CDATA[
Dari masa ke masa, umat Islam selalu berselisih tentang penentuan awal bulan Ramadhan dan awal bulan Syawal guna menetapkan kapan mereka harus mulai berpuasa dan kapan pula saatnya mereka harus mulai berbuka atau berhari raya. Perselisihan ini tidak lain diakibatkan oleh adanya perbedaan pola pandang antara satu atau lebih kelompok muslim dengan sekelompok muslim yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a TARGET="_blank" HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_143g46tkcfq"><img HEIGHT="295" WIDTH="400" SRC="http://bachirahmad.myminaret.com/files/2008/08/casa_hilaltuajua29_pakarfisika.jpg" /></a></p>
<p>Dari masa ke masa, umat Islam selalu berselisih tentang penentuan awal bulan Ramadhan dan awal bulan Syawal guna menetapkan kapan mereka harus mulai berpuasa dan kapan pula saatnya mereka harus mulai berbuka atau berhari raya. Perselisihan ini tidak lain diakibatkan oleh adanya perbedaan pola pandang antara satu atau lebih kelompok muslim dengan sekelompok muslim yang lainnya terhadap dalil atau nash yang menjadi acuannya (dalam hal ini adalah al-Qur’an dan sunnah Nabawiyah). Sebagian pihak tetap mendasarkan keyakinannya pada konsepsi rukyatul hilal atau melihat fisik bulan sabit secara langsung dengan mata telanjang atau bisa juga dengan bantuan teleskop modern sebagai sarana bantunya, sementara sebagian lagi lebih memilih kaidah perhitungan matematis dalam proses penentuan kalendarisasinya.</p>
<p>Nabi Muhammad Saw, dipercaya telah bersabda dalam sejumlah hadisnya sebagai berikut :<br />
Sesungguhnya kami ini segolongan umat yang ummi, kami tidak pandai menulis dan tidak bisa menghitung, sebulan itu ada yang begini dan begini, yaitu kadang-kadang 29 hari dan kadang-kadang 30 hari (HR. Muslim dari Ibnu Umar)</p>
<p>Janganlah kamu berpuasa sebelum kamu melihat awal bulan dan janganlah kamu berbuka sebelum kamu melihat awal bulan. Tetapi apabila awal bulan itu tidak bisa kelihatan, maka cukupkanlah bilangannya (30). (HR. Muslim dari Ibnu Umar dengan matn yang mirip dari Abu Hurairah).</p>
<p>Berawal dari sunnah atau tradisi yang diwariskan dari jaman kenabian tersebut diatas, maka sebagian dari umat Islam di jaman modern sekarang ini masih memahami perlunya memelihara tradisi rukyatul hilal ini, dalam rangka penentuan awal dan akhir suatu bulan khususnya bulan Ramadhan. Akibatnya maka seperti yang lazim kita temui disetiap tahunnya menjelang Ramadhan atau ‘Iedul Fitri, mulailah orang-orang sibuk mendatangi pantai atau mendaki tempat-tempat tinggi seperti pegunungan, perbukitan maupun gedung-gedung perkantoran pencakar langit untuk membuktikan penampakan bulan secara fisik. Tidak kurang pula sejumlah pos-pos pengamatan didirikan disejumlah titik diseantaro negeri dan melibatkan juga teknologi-teknologi modern seperti teleskop untuk mencapai penglihatan mereka tersebut.</p>
<p>(<strong><a TARGET="_blank" HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_143g46tkcfq"> Baca Selengkapnya</a></strong> )
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/26/penentuan-awal-dan-akhir-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ru&#8217;yatul Hilal Ramadhan 1429 H</title>
		<link>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/26/ruyatul-hilal-ramadhan-1429-h/</link>
		<comments>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/26/ruyatul-hilal-ramadhan-1429-h/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 08:06:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bachirahmad</dc:creator>
		
		<category>Ma'lumat</category>

		<guid isPermaLink="false">http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/26/ruyatul-hilal-ramadhan-1429-h/</guid>
		<description><![CDATA[
Kami dari Dewan Kemakmuran Masjid Bachir Ahmad, insya Allah akan
melakukan Ru&#8217;yatul Hilal Ramadhan 1429 H pada :
hari Ahad, 29 Sya&#8217;ban 1429 H bertepatan dengan tanggal 31 Agustus 2009.
Seperti biasa, lokasi ru&#8217;yatul hilal adalah di Pantai Anyer - Cilegon - Banten.
Insya Allah rombongan akan berangkat dari Masjid Bachir Ahmad ba&#8217;da solat ashar pkl. 15 30.
Bagi jama&#8217;ah yang berniat melakukan ibadah sunnah ru&#8217;yatul hilal, silakan bergabung dengan kami.
Lokasi-lokasi lain yang lazim dimanfaatkan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a TARGET="_blank" HREF="http://rukyatulhilal.org/visibilitas/1429/ramadhan.html"><img HEIGHT="410" WIDTH="512" SRC="http://bachirahmad.myminaret.com/files/2008/08/sm1rukyat312.jpg" /></a></p>
<p>Kami dari Dewan Kemakmuran Masjid Bachir Ahmad, insya Allah akan<br />
melakukan Ru&#8217;yatul Hilal Ramadhan 1429 H pada :<br />
hari Ahad, 29 Sya&#8217;ban 1429 H bertepatan dengan tanggal 31 Agustus 2009.</p>
<p>Seperti biasa, lokasi ru&#8217;yatul hilal adalah di Pantai Anyer - Cilegon - Banten.<br />
Insya Allah rombongan akan berangkat dari Masjid Bachir Ahmad ba&#8217;da solat ashar pkl. 15 30.</p>
<p>Bagi jama&#8217;ah yang berniat melakukan ibadah sunnah ru&#8217;yatul hilal, silakan bergabung dengan kami.</p>
<p>Lokasi-lokasi lain yang lazim dimanfaatkan untuk melakukan ru&#8217;yatul hilal antara lain:<br />
- pantai ( Tanjung lesung, Cakung, Tanjung Kodok, dsb.)<br />
- Gedung-gedung bertingkat yang memungkinkan untuk melihat dengan jelas ufuk (kaki langit)<br />
- Gunung atau sungai yang memungkinkan untuk melihat dengan jelas ufuk (kaki langit)
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/26/ruyatul-hilal-ramadhan-1429-h/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Syari’at Larangan Musik dan Nyanyian</title>
		<link>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/25/283/</link>
		<comments>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/25/283/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 04:06:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bachirahmad</dc:creator>
		
		<category>Syari'ah</category>

		<guid isPermaLink="false">http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/25/283/</guid>
		<description><![CDATA[
Kontroversi tentang musik seakan tak pernah berakhir. Baik yang pro maupun kontra masing-masing menggunakan dalil. Namun bagaimana para sahabat, tabi’in, dan ulama salaf memandang serta mendudukkan perkara ini? Sudah saatnya kita mengakhiri kontroversi ini dengan merujuk kepada mereka.
Musik dan nyanyian, merupakan suatu media yang dijadikan sebagai alat penghibur oleh hampir setiap kalangan di zaman kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_150hbq2cpcc" TARGET="_blank"><img SRC="http://www.moslemboy.com/files/musik_dan_penyanyi.jpg" WIDTH="432" HEIGHT="320" /></a></p>
<p>Kontroversi tentang musik seakan tak pernah berakhir. Baik yang pro maupun kontra masing-masing menggunakan dalil. Namun bagaimana para sahabat, tabi’in, dan ulama salaf memandang serta mendudukkan perkara ini? Sudah saatnya kita mengakhiri kontroversi ini dengan merujuk kepada mereka.</p>
<p>Musik dan nyanyian, merupakan suatu media yang dijadikan sebagai alat penghibur oleh hampir setiap kalangan di zaman kita sekarang ini. Hampir tidak kita dapati satu ruang pun yang kosong dari musik dan nyanyian. Baik di rumah, di kantor, di warung dan toko-toko, di bus, angkutan kota ataupun mobil pribadi, di tempat-tempat umum, serta rumah sakit. Bahkan di sebagian tempat yang dikenal sebagai sebaik-baik tempat di muka bumi, yaitu masjid, juga tak luput dari pengaruh musik.</p>
<p>Merebaknya musik dan lagu ini disebabkan banyak dari kaum muslimin tidak mengerti dan tidak mengetahui hukumnya dalam pandangan Al-Qur`an dan As- Sunnah. Mereka menganggapnya sebagai sesuatu yang mubah, halal, bahkan menjadi konsumsi setiap kali mereka membutuhkannya. Jika ada yang menasihati mereka dan mengatakan bahwa musik itu hukumnya haram, serta merta diapun dituduh dengan berbagai macam tuduhan: sesat, agama baru, ekstrem, dan segudang tuduhan lainnya.</p>
<p>Namun bukan berarti, tatkala seseorang mendapat kecaman dari berbagai pihak karena menyuarakan kebenaran, lantas menjadikan dia bungkam. Kebenaran harus disuarakan, kebatilan harus ditampakkan. Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>لاَ يَمْنَعَنَّ أَحَدَكُمْ هَيْبَةُ النَّاسِ أَنْ يَقُولَ في حَقٍّ إِذَا رَآهُ أَوْ شَهِدَهُ أَوْ سَمِعَهُ</p>
<p>“Janganlah rasa segan salah seorang kalian kepada manusia, menghalanginya untuk mengucapkan kebenaran jika melihatnya, menyaksikannya, atau mendengarnya.” (HR. Ahmad, 3/50, At-Tirmidzi, no. 2191, Ibnu Majah no. 4007. Dishahihkan oleh Al-Albani rahimahullahu dalam Silsilah Ash-Shahihah, 1/322)</p>
<p>(<strong><a HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_150hbq2cpcc" TARGET="_blank"> Baca Selengkapnya</a></strong> )
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/25/283/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tuntunan Ibadah bulan Ramadhan</title>
		<link>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/25/tuntunan-ibadah-bulan-ramadhan/</link>
		<comments>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/25/tuntunan-ibadah-bulan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 03:19:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bachirahmad</dc:creator>
		
		<category>Syari'ah</category>

		<guid isPermaLink="false">http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/25/tuntunan-ibadah-bulan-ramadhan/</guid>
		<description><![CDATA[
‘Aisyah Radliallahu &#8217;anha berkata:
كَانَ رَسُولُ اللهِ ?يَتَحَفَّظُ مِنْ هِلاَلِ شَعْبَانَ مَا لاَ يَتَحَفَّظُ مِنْ غَيْرِهِ ثُمَّ يَصُومُ لِرُؤْيَةِ رَمَضَا
”Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersungguh-sungguh menghitung bulan Sya’ban melebihi kesungguhannya di selain bulan Sya’ban. Kemudian beliau shaum setelah melihat hilal Ramadhan. (Shahih Sunan Abi Dawud hadits no. 2325, karya Asy-Syaikh Al Albani).
Penentuan mulai masuknya bulan Ramadhan dilakukan dengan cara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_149dk2v53gw" TARGET="_blank"><img SRC="http://bachirahmad.myminaret.com/files/2008/08/selamat-menyambut-ramadhan.jpg" WIDTH="440" HEIGHT="300" /></a></p>
<p>‘Aisyah Radliallahu &#8217;anha berkata:</p>
<p>كَانَ رَسُولُ اللهِ ?يَتَحَفَّظُ مِنْ هِلاَلِ شَعْبَانَ مَا لاَ يَتَحَفَّظُ مِنْ غَيْرِهِ ثُمَّ يَصُومُ لِرُؤْيَةِ رَمَضَا</p>
<p>”Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersungguh-sungguh menghitung bulan Sya’ban melebihi kesungguhannya di selain bulan Sya’ban. Kemudian beliau shaum setelah melihat hilal Ramadhan. (Shahih Sunan Abi Dawud hadits no. 2325, karya Asy-Syaikh Al Albani).</p>
<p>Penentuan mulai masuknya bulan Ramadhan dilakukan dengan cara ru’yatul hilal, yakni melihat bulan terbit sebagai tanda dimulainya awal bulan hijriyah. Apabila terhalangi oleh mendung atau yang semisalnya, maka caranya ialah dengan melengkapkan bilangan hari dalam bulan Sya’ban menjadi 30 hari. Hal ini sesuai dengan hadits Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:</p>
<p>صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلاَثِينَ َ</p>
<p>“Bershaumlah berdasarkan ru’yatul hilal dan berharirayalah berdasarkan ru’yatul hilal. Jika terhalangi oleh mendung (atau semisalnya) maka genapkanlah bilangannya menjadi 30 hari.” (HR. Al-Bukhari)<br />
Adapun hadits lain yang diriwayatkan dari Abdullah bin Umar :</p>
<p>فَإِنْ أُغْمِيَ عَلَيْكُمْ فَاقْدِرُوا لَهُ</p>
<p>“…maka jika terhalangi, ‘perkirakanlah”.<br />
makna dari kata “perkirakanlah” dalam hadits ini telah diterangkan Rasulshallallahu ‘alaihi wasallam sendiri pada hadits yang sebelumnya, yaitu;<br />
(فَأَكْمِلُوا الْعِدَّةَ ثَلاَثِيْن) atau (فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلاَثِيْنَ ) yang artinya: “Maka lengkapilah bilangannya menjadi 30 hari” atau “lengkapi bilangan Sya’ban menjadi 30 hari”. (HR. Al-Bukhari)</p>
<p>(<strong> Baca Selengkapnya</strong> )
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/25/tuntunan-ibadah-bulan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tokoh Pembaharu Islam Indonesia</title>
		<link>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/21/perkembangan-pembaharuan-di-indonesia/</link>
		<comments>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/21/perkembangan-pembaharuan-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 18:44:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bachirahmad</dc:creator>
		
		<category>Tokoh Nasional</category>

		<guid isPermaLink="false">http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/21/perkembangan-pembaharuan-di-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[
Pembawa obor Islam yang mula-mula ke Indonesia adalah kaum saudagar, yang disamping mereka berniaga berjual-beli, langsung menyiarkan agama Islam. Tetapi setelah Indonesia jatuh ke bawah cerpu telapak kaki penjajah Belanda, mereka menetapkan saja bahwa Islam masuk ke Indonesia di dalam kurun Ketiga Belas Masehi, karena di abad itulah berdiri Kerajaan Islam di Pasai, Aceh. Padahal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_147ft7v9hhf" TARGET="_blank"><img SRC="http://ibnyahya.com/World/Hamka_files/image002.jpg" WIDTH="481" HEIGHT="451" /></a></p>
<p>Pembawa obor Islam yang mula-mula ke Indonesia adalah kaum saudagar, yang disamping mereka berniaga berjual-beli, langsung menyiarkan agama Islam. Tetapi setelah Indonesia jatuh ke bawah cerpu telapak kaki penjajah Belanda, mereka menetapkan saja bahwa Islam masuk ke Indonesia di dalam kurun Ketiga Belas Masehi, karena di abad itulah berdiri Kerajaan Islam di Pasai, Aceh. Padahal sudah barang tentu bahwa bukanlah kerajaan yang berdiri lebih dahulu sebelum ada rakyat.</p>
<p>Tetapi di permulaan abad keenam belas, yaitu tahun 1511, didorong oleh rasa benci yang sangat mendalam diantara kerajaan-kerajaan Kristen bekas Perang Salib dan sesudah runtuhnya Kerajaan Islam di Andalus, bangsa Portugis telah menyerang Malaka sehingga jatuh. Dan diakhir abad itu, yaitu tahun 1596, masuklah Belanda ke pelabuhan Banten yang permai, terletak di Pulau Jawa sebelah Barat. Setelah itu, satu demi satu masuklah pengaruh mereka menaklukkan, kadang-kadang secara kekerasan dan kadang-kadang secara tipuan, baik di Jawa atau di Sumatera atau di pulau-pulau yang lain.</p>
<p>Maka dengan segala daya dan upaya, tipu dan daya, berusahalah mereka menghapus pengaruh Islam yang menjadi sendi kekuatan bangsa Indonesia itu, baik denganpedang ataupun dengan siasat lain. Maka dalam masa 442 tahun di Semenanjung Tanah Melayu (yang telah mencapai kemerdekaannya 31 Agustus 1957 yang lalu), dan 350 tahun di Indonesia, mereka berusaha keras memadamkan cahaya Islam. Tetapi Allah tidak mau melainkan disempurnakanNya juga cahayaNya, bagaimanapun juga orang kafir menolaknya!</p>
<p>Hampir 4 abad lamanya kami berjuang untuk tetap hidup, kami berjuang untuk mempertahankan supaya agama kami jangan hapus karena pengaruh kekuasaan asing yang berbeda agama itu. Segala sesuatu telah diambil dengan paksa dari tangan kami, sejak dari kekuasaan raja-raja kami sampai kepada kekayaan tanah kami yang subur dan pusaka nenek moyang kami. Sehinga yang tinggal pada kami hanyalah satu saja lagi, yang mereka tidak sanggup mengambilnya, yaitu Iman dan kepercayaan kami yang dalam dan teguh, yaitu “Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad Rasulullah!”.</p>
<p>( <strong><a HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_147ft7v9hhf" TARGET="_blank">Baca Selengkapnya</a></strong> )
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/21/perkembangan-pembaharuan-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ramadhan Bulan Ibadah</title>
		<link>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/20/ramadhan-bulan-ibadah/</link>
		<comments>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/20/ramadhan-bulan-ibadah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 02:37:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bachirahmad</dc:creator>
		
		<category>Syari'ah</category>

		<guid isPermaLink="false">http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/20/ramadhan-bulan-ibadah/</guid>
		<description><![CDATA[


Alhamdulillah, segala puji dan sanjungan hanya milik Allah semata. Saat ini umat Islam tengah bersiap-siap untuk beroleh nikmat yang agung dari-Nya, yaitu bersua kembali dengan bulan Ramadhan yang telah meninggalkannya setahun yang lewat. Alhamdulillah, tak henti-henti bibir ini memuji-Nya, memohon bimbingan dan petunjuk-Nya hingga diri ini tegak, sabar, dan berhasil memetik maghfirah, barakah, dan seluruh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_146c2c6wt48" TARGET="_blank"></p>
<p><img SRC="http://bachirahmad.myminaret.com/files/2008/08/ramadhan.jpg" WIDTH="500" HEIGHT="300" /></p>
<p></a></p>
<p ALIGN="center">Alhamdulillah, segala puji dan sanjungan hanya milik Allah semata. Saat ini umat Islam tengah bersiap-siap untuk beroleh nikmat yang agung dari-Nya, yaitu bersua kembali dengan bulan Ramadhan yang telah meninggalkannya setahun yang lewat. Alhamdulillah, tak henti-henti bibir ini memuji-Nya, memohon bimbingan dan petunjuk-Nya hingga diri ini tegak, sabar, dan berhasil memetik maghfirah, barakah, dan seluruh nikmat yang Allah Subhanahu wa Ta’ala sediakan bagi hamba-Nya. Menyambut Ramdhan 1429 H ummat Islam terbagi menjadi dua golongan, yaitu</p>
<p><strong>1. Mereka yang menyambut dengan suka cita</strong><br />
Tak lain mereka adalah hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala yang faham dengan pemahaman yang bersih tentang syariat Allah, sehingga tatkala Ramadhan menjelang tibalah saat baginya untuk menaburkan benih amalan sebanyak-banyaknya dengan harapan kelak di akhirat ia akan menuai hasil yang berlipat. Hanya orang Mukmin saja yang mampu bersikap demikian. Mereka yakin apa yang dijanjikan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al Qur’an dan apa yang dinyatakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dalam hadits-haditsnya tentang keutamaan bulan Ramadhan. Keyakinan yang kokoh inilah yang memacu semangat mereka berlomba dengan saudaranya untuk mempersembahkan amal shalih sebanyak-banyaknya kepada Rabb-nya. Kaum Mukminin juga paham bahwa kelezatan dunia bersifat sementara, sehingga tatkala mereka harus berpisah dengannya, tidak menjadi murung dan bersedih serta malas-malasan dan putus asa. Mereka tahu bahwa kelezatan di akhirat adalah abadi dan hakiki.</p>
<p><strong>2. Mereka yang menyambut Ramadhan dengan berat hati</strong><br />
Mereka adalah hamba dunia dan budak hawa nafsu. Mereka adalah manusia yang ragu akan kabar gembira dan ancaman dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka terpedaya dengan bisikan syaithan dan rayuan syahwat. Naudzubillahi min dzalik. Keadaan tersebut akan menjadikannya malas dan loyo beribadah. Puasa hanya berarti tidak makan, minum, dan jima’ semata, tanpa memperhatikan aspek-aspek lainnya, berangkat shalat tarawih karena terpaksa dan malu kepada tetangga dan mereka melakukan perbuatan sia-sia lainnya.</p>
<p>(<strong><a HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_146c2c6wt48143g46tkcfq" TARGET="_blank"> Baca Selengkapnya</a></strong> )
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/20/ramadhan-bulan-ibadah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menyambut Ramadhan 1429 H</title>
		<link>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/19/menyambut-ramadhan-1429-h/</link>
		<comments>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/19/menyambut-ramadhan-1429-h/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 06:08:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bachirahmad</dc:creator>
		
		<category>Taushiyah</category>

		<guid isPermaLink="false">http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/19/menyambut-ramadhan-1429-h/</guid>
		<description><![CDATA[
Tinggal beberapa hari lagi, kita kedatangan bulan Romadhan. Sudah sewajarnya kita menyambutnya dengan suka cita. Dulu para sahabat dan tabi&#8217;in senantiasa memanjatkan do&#8217;a agar di pertemukan kembali dengan bulan Ramadhan. &#8220;Ya Allah sampaikan kami kepada bulan Ramadhan berikutnya&#8221;.
Keutamaan bulan Ramadhan dapat dilihat dari turunnya Al-Qur&#8217;an pada bulan Ramadhan. Ini merupakan tanda yang cukup jelas betapa mulianya bulan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a target="_blank" href="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_142hh9pqvcw"><img width="400" src="http://i87.photobucket.com/albums/k131/winPhotos/RAMADAN1.gif" height="365" /></a></p>
<p>Tinggal beberapa hari lagi, kita kedatangan bulan Romadhan. Sudah sewajarnya kita menyambutnya dengan suka cita. Dulu para sahabat dan tabi&#8217;in senantiasa memanjatkan do&#8217;a agar di pertemukan kembali dengan bulan Ramadhan. &#8220;Ya Allah sampaikan kami kepada bulan Ramadhan berikutnya&#8221;.</p>
<p>Keutamaan bulan Ramadhan dapat dilihat dari turunnya Al-Qur&#8217;an pada bulan Ramadhan. Ini merupakan tanda yang cukup jelas betapa mulianya bulan ini, karena Al-Qur&#8217;an adalah Kalamullah yang diturunkan untuk menjadi petunjuk dan pedoman hidup bagi umat manusia. Allah berfirman &#8220;Bulan Ramadhan merupakan bulan dimana diturunkan al-Qur&#8217;an di dalamnya untuk menjadi petunjuk bagi manusia, dan tanda-tanda dari petunjuk dan pembeda (dari yang benar dan batil)&#8221;. Untuk itulah Allah mewajibkan kaum muslimin untuk memanfaatkan bulan ini dengan sebaik-baiknya dengan melaksanakan puasa sebagai realisasi rasa syukur kita kepada Allah atas ni&#8217;mat bulan Ramadhan, &#8220;Barangsiapa menemukan bulan (Ramadhan) maka berpuasalah”.</p>
<p>Ramadhan merupakan bulan puasa, bulan mendirikan sholat, bulan memperbanyak membaca al-Qur&#8217;an, bulan yang penuh rahmat, maghfiroh dan pembebasan dari api neraka, bulan dimana segala amal kebajikan dilipatgandakan dan amal keburukan dan maksiat dimaafkan, bulan segala do&#8217;a dikabulkan, dan derajatnya ditinggikan. Allah mewajibkan puasa ini agar kita bisa bertaqwa dengan sesungguhnya, sebagaimana firman Allah :</p>
<p>&#8220;ياأيهاالذين أمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون<br />
&#8220;Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atasmu melaksanakan puasa sebagaimana yang diwajibkan atas kaum sebelummu, agar kamu bertaqwa&#8221;.</p>
<p>Taqwa adalah buah yang diharapkan mampu di hasilkan oleh puasa. Buah tersebut akan menjadi bekal orang beriman dan periasai baginya agar tidak terjatuh dalam jurang kemaksyiatan. Seorang ulama sufi pernah berkata tentang pengaruh taqwa bagi kehidupan seorang muslim; “Dengan bertaqwa, para kekasih Allah bisa terlindungi dari perbuatan yang tercela, dalam hatinya diliputi rasa takut kepada Allah sehingga menyebabkannya senantiasa terjaga di malam hari untuk beribadah, lebih suka menahan kesusahan dari pada mencari hiburan, rela merasakan lapar dan haus, merasa dekat dengan ajal sehingga mendorongnya untuk memperbanyak amal kebajikan. Taqwa merupakan kombinasi kebijakan dan pengetahuan, serta gabungan antara perkataan dan perbuatan.</p>
<p>(<a target="_blank" href="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_142hh9pqvcw"> <strong>Baca Selengkapnya</strong></a> )
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/19/menyambut-ramadhan-1429-h/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Amar Ma&#8217;ruf Nahi Munkar di Bulan Sya&#8217;ban</title>
		<link>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/19/amar-maruf-nahi-munkar-di-bulan-syaban-2/</link>
		<comments>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/19/amar-maruf-nahi-munkar-di-bulan-syaban-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 06:05:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bachirahmad</dc:creator>
		
		<category>Syari'ah</category>

		<guid isPermaLink="false">http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/19/amar-maruf-nahi-munkar-di-bulan-syaban-2/</guid>
		<description><![CDATA[
Banyak sekali hadits-hadits yang menyebutkan keutamaan bulan Sya&#8217;ban maupun Ramadhan, seperti :
شَعْبَانُ بَيْنَ رَجَبَ وَرَمَضَانَ يَغْفَلُ النَّاسَ عَنْهُ تَرْفَعُ فِيْهِ الأَعْمَالَ فَأَحَبُّ أَنْ لاَ يُرْفَعُ عَمَلِي إِلاَّ وَأَنَا صَائِمٌ السلسلة
الصحيحة
“(Bulan) Sya’ban terletak antara (bulan) Rajab dan Ramadhan, banyak orang yang mengabaikannya, pada bulan itu perbuatan manusia diangkat, maka aku ingin saat amalku diangkat aku berada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dk422md_2660dpwf94cj" TARGET="_blank"><img SRC="http://bachirahmad.myminaret.com/files/2008/08/api-bidah.jpg" WIDTH="391" HEIGHT="400" /></a></p>
<p>Banyak sekali hadits-hadits yang menyebutkan keutamaan bulan Sya&#8217;ban maupun Ramadhan, seperti :</p>
<p>شَعْبَانُ بَيْنَ رَجَبَ وَرَمَضَانَ يَغْفَلُ النَّاسَ عَنْهُ تَرْفَعُ فِيْهِ الأَعْمَالَ فَأَحَبُّ أَنْ لاَ يُرْفَعُ عَمَلِي إِلاَّ وَأَنَا صَائِمٌ السلسلة<br />
الصحيحة</p>
<p>“(Bulan) Sya’ban terletak antara (bulan) Rajab dan Ramadhan, banyak orang yang mengabaikannya, pada bulan itu perbuatan manusia diangkat, maka aku ingin saat amalku diangkat aku berada dalam keadaan shoum” (Silsilah Shahihah Al Albani).</p>
<p>Akan tetapi juga banyak tersebar hadits-hadits palsu mengenai keutamaan bulan Rajab dan Sya&#8217;ban, sampai-sampai bulan suci Ramadhan terlampaui keutamaannya. Bahkan hadits-hadits palsu seputar amalan bid&#8217;ah turut menyertai hadits palsu keutamaan bulan Rajab, Sya&#8217;ban maupun Ramadhan.</p>
<p>Diantara bid’ah yang biasa dilakukan oleh banyak orang ialah bid’ah mengadakan upacara peringatan malam Nisfu Sya’ban (tanggal 15 sya&#8217;ban), dan menghususkan pada hari tersebut dengan puasa tertentu, padahal tidak ada satupun dalil yang dapat dijadikan sandaran, ada hadits-hadits yang menerangkan tentang fadlilah malam tersebut, tetapi hadits-hadits tersebut dhoif, sehingga tidak dapat dijadikan landasan, adapun hadits-hadits yang berkenaan dengan sholat pada hari itu adalah maudlu /palsu.</p>
<p>( <a HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dk422md_2660dpwf94cj" TARGET="_blank"><strong>Baca Selengkapnya</strong></a> )
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/19/amar-maruf-nahi-munkar-di-bulan-syaban-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Waspadai Aliran Sesat</title>
		<link>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/17/waspadai-aliran-sesat/</link>
		<comments>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/17/waspadai-aliran-sesat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 05:42:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bachirahmad</dc:creator>
		
		<category>Aqidah</category>

		<guid isPermaLink="false">http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/17/waspadai-aliran-sesat/</guid>
		<description><![CDATA[
Al-Qiyadah al Islamiyah, aliran yang divonis sesat oleh MUI berganti nama menjadi Wahdatul Ummah. Wahdatul Ummah sebuah organisasi dakwah dan sosial keagamaan yang bernaung di bawah ormas Front Persatuan Nasional (FPN). Demikian dikatakan Ketua Umum FPN, K.H Agus Miftah kepada Hidayatullah.com lewat sambungan telepon, Senin (3/12) pagi tadi.
Peresmian dan pelantikan pengurus Wahdatul Ummah rencananya akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a TARGET="_blank" HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_145hkcqw6cn"><img HEIGHT="232" WIDTH="554" SRC="http://bachirahmad.myminaret.com/files/2008/08/alsesat.JPG" /></a></p>
<p>Al-Qiyadah al Islamiyah, aliran yang divonis sesat oleh MUI berganti nama menjadi Wahdatul Ummah. Wahdatul Ummah sebuah organisasi dakwah dan sosial keagamaan yang bernaung di bawah ormas Front Persatuan Nasional (FPN). Demikian dikatakan Ketua Umum FPN, K.H Agus Miftah kepada Hidayatullah.com lewat sambungan telepon, Senin (3/12) pagi tadi.</p>
<p>Peresmian dan pelantikan pengurus Wahdatul Ummah rencananya akan dilangsungkan pada 10 Desember 2007, di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Ahmad Mushaddeq, mantan pimpinan Al-Qiyadah rencananya akan dilantik sebagai ketua umum WU. “Tapi karena Ahmad Mushaddeq masih ditahan di Mabes Polri, pelantikan akan dilakukan secara in absentia. Dia akan diwakilkan oleh wakilnya, Ahmad Mudzakkir, “ ujar Agus yang turut mendampingi acara &#8220;pertaubatan&#8221; Mushaddeq di Mabes Polri awal bulan lalu.</p>
<p>Saat ditanya alasannya menampung para eks Al-Qiyadah, Agus mengaku menyayangkan potensi mereka. Sejak ditahannya Mushaddeq, para pengikut Al-Qiyadah dibina di Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah, yang dipimpin oleh Agus Miftah sendiri. Menurut Agus, di pengajian ini para eks Al-Qiyadah diberikan materi untuk kembali ke pemahaman Islam yang <em>main stream</em>.</p>
<p>Soal apakah mereka benar-benar taubat dari pemahaman yang lama, Agus mengaku tidak berhak menjawabnya. Namun demikian, seorang pengikut Al-Qiyadah bernama Sopyan mengaku tidak bergeser sedikitpun dari keyakinannya yang meyakini Mushaddeq sebagai nabi baru.</p>
<p>(<strong><a TARGET="_blank" HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_145hkcqw6cn"> Baca Selengkapnya</a></strong> )
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/17/waspadai-aliran-sesat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Keutamaan Mengingat Mati</title>
		<link>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/11/keutamaan-mengingat-mati/</link>
		<comments>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/11/keutamaan-mengingat-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 09:15:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bachirahmad</dc:creator>
		
		<category>Taushiyah</category>

		<guid isPermaLink="false">http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/11/keutamaan-mengingat-mati/</guid>
		<description><![CDATA[
Mati adalah sesuatu yang paling ditakuti oleh hampir setiap manusia. Setiap orang, juga binatang takut mati, kecuali beberapa orang yang sudah putus asa dalam kehidupan ini, yang ingin segera mati.Wajar sekali kalau manusia takut mati, sebab mati berarti berpisah dengan segala yang ia miliki atau senangi, berpisah dengan segala yang disayangi atau dicintai. Berpisah dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a target="_blank" href="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_144cj4gzwdv"><img width="440" src="http://bachirahmad.myminaret.com/files/2008/08/makam.jpg" height="380" /></a></p>
<p><span><font face="Times New Roman">Mati adalah sesuatu yang paling ditakuti oleh hampir setiap manusia. Setiap orang, juga binatang takut mati, kecuali beberapa orang yang sudah putus asa dalam kehidupan ini, yang ingin segera mati.Wajar sekali kalau manusia takut mati, sebab mati berarti berpisah dengan segala yang ia miliki atau senangi, berpisah dengan segala yang disayangi atau dicintai. Berpisah dengan anak dan isteri serta kekasih. Berpisah dengan bapa atau ibu, berpisah dengan harta dan pangkat, berpisah dengan dunia dan segala isinya.</font></span><span><font face="Times New Roman">Semua orang takut mati, tetapi ada yang berlebihan sekali, ada pula yang takutnya itu sedikit saja, bahkan ada yang tak takut sama sekali, malah berani dan ingin mati. Ketakutan terhadap mati adalah karena dua hal :-</font></span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>Karena kurang atau tidak adanya pengetahuan tentang mati, keadaan mati dan keadaan selepas mati adalah gelap. </span><span>Semua orang takut menempuh tempat yang gelap dan tidak diketahui. </span></font></li>
<li class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Karena doa dan kesalahan yang sudah bertumpuk dan tidak bertaubat, sehingga mendengar kata mati sudah terbayang azab dan siksa yang diperolehinya, akibat dosa dan kesalahan tadi. </font></span></li>
</ul>
<p><span><font face="Times New Roman">Agama Islam melarang orang ingin cepat mati, agar dapat hidup melakukan kebaikan sebanyak-banyaknya. Dan kalau ingin hidup lama adalah dengan tujuan agar dapat semakin banyak melakukan kebaikan, bukan pula untuk dapat lebih banyak menumpuk kenikmatan harta dan kekayaan serta keturunan.</font></span><font face="Times New Roman"><br />
<span>Ada</span><span> beberapa petunjuk Rasullullah s.a.w. untuk selalu <span>zikrul maut</span> (ingat akan mati) ini, antara lain :- </span></font></p>
<p><span><span><font face="Times New Roman">1.<span> </span></font></span></span><span><font face="Times New Roman">Perintah memperbanyak mengingati mati :<br />
<span>&#8220;Perbanyaklah mengingat-ingat sesuatu yang melenyapkan dan menjadikannya segala macam kelazatan (kematian).&#8221; ( Riwayat At-Turmudzi )</span></font></span><span><span><font face="Times New Roman">2.<span> </span></font></span></span><span><font face="Times New Roman">Kematian sebagai penasihat pada diri sendiri :<br />
<span>&#8220;Cukuplah kematian itu sebagai penasihat.&#8221; ( Riwayat Ath-Thabrani dan Baihaqy )</span></font></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span><font face="Times New Roman">3.<span> </span></font></span></span><font face="Times New Roman"><span>Orang yang berilmu ialah orang yang banyak mengingati mati :<br />
<span>&#8220;Secerdik-cerdik manusia ialah yang terbanyak ingatannya kepada kematian serta yang terbanyak persiapannya uantuk menghadapi kematian itu. </span></span><span>Mereka itulah orang-orang yang benar-benar cerdik dan mereka akan pergi ke alam baka dengan membawa kemuliaan dunia dan akhirat.&#8221; ( Riwayat Ibnu Majah dan Abiddunya )</span><span> </span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span></span></font><span><font face="Times New Roman">Agar selalu ingat kepada kematian perlu dilakukan perkara-perkara berikut : </font></span><font face="Times New Roman"><span><span>1.<span> </span></span></span><span>Mengunjungi orang sakit, sebab hujung dari penyakit ini tidak lain adalah kematian. Dari itu kita selalu waspada dan berhati-hati.</span></font><span><span><font face="Times New Roman">2.<span> </span></font></span></span><span><font face="Times New Roman">Melakukan ziarah kubur, sebagaimana sabda Rasullullah :<br />
<span>&#8220;Lakukanlah ziarah kubur karena ia mengingatkan mati.&#8221; ( Riwayat Muslim )</span></font></span><span><span><font face="Times New Roman">3.<span> </span></font></span></span><font face="Times New Roman"><span>Merasakan diri selalu diawasi Allah s.w.t. dimana saja kita berada. Oleh dengan demikian sentiasalah beramal yang baik. Rasullullah s.a.w. bersabda :<br />
<span>&#8220;Seutama-utama iman seseorang itu ialah bahawa ia mengetahui dengan sungguh bahawa Allah s.w.t. itu ada bersama dengannya di manapun ia berada.&#8221; </span></span><span>( Riwayat &#8216;Ubadah bin Shamit )</span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span></span></font><span></span> (<a target="_blank" href="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_144cj4gzwdv"><strong> Baca Selengkapnya</strong> </a>)
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/11/keutamaan-mengingat-mati/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Aturan Shaf Sholat Berjamaah</title>
		<link>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/06/aturan-shaf-sholat-berjamaah/</link>
		<comments>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/06/aturan-shaf-sholat-berjamaah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 08:35:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bachirahmad</dc:creator>
		
		<category>Syari'ah</category>

		<guid isPermaLink="false">http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/06/aturan-shaf-sholat-berjamaah/</guid>
		<description><![CDATA[&#160;

Di bawah ini adalah gambar-gambar tata cara membentuk shaf dalam sholat yang benar. Saya mendapatkannya dari seorang teman. Yang Insya Allah gambar yang singkat ini bisa menjawab segala hal yang terjadi di masyarakat. Karena kekeliruan yang terus-menurus dilakukan oleh masyarakat. Kita juga wajib memperingatkannya karena ini berhubungan dengan sholat, sedangkan sholat adalah ibadah inti dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p CLASS="entry">&nbsp;</p>
<p CLASS="snap_preview"><img SRC="http://farm4.static.flickr.com/3188/2389552968_940ca26548.jpg?v=0" ALT="Merapatkan barisan yang benar" /><br />
Di bawah ini adalah gambar-gambar tata cara membentuk shaf dalam sholat yang benar. Saya mendapatkannya dari seorang teman. Yang Insya Allah gambar yang singkat ini bisa menjawab segala hal yang terjadi di masyarakat. Karena kekeliruan yang terus-menurus dilakukan oleh masyarakat. Kita juga wajib memperingatkannya karena ini berhubungan dengan sholat, sedangkan sholat adalah ibadah inti dari umat Islam ini. Maka kita harus menjaga agar sholat kita sempurna. Wallahu’alam bishawab.</p>
<p><img SRC="http://farm3.static.flickr.com/2073/2388723011_d289fc315c.jpg?v=0" ALT="Shaf untuk satu imam dan satu makmum" /></p>
<p><img SRC="http://farm4.static.flickr.com/3244/2389553898_4d6149e980.jpg?v=0" ALT="Shaf untuk beberapa makmum" /></p>
<p><img SRC="http://farm3.static.flickr.com/2013/2389553834_ff9b5d8ed5.jpg?v=0" ALT="Shaf untuk satu laki-laki satu wanita" /></p>
<p><img SRC="http://farm3.static.flickr.com/2332/2388722787_9204433287.jpg?v=0" ALT="Dua laki-laki satu wanita" /></p>
<p><img SRC="http://farm3.static.flickr.com/2254/2388722721_9b03574e71.jpg?v=0" ALT="Dua wanita" /></p>
<p><img SRC="http://farm4.static.flickr.com/3176/2388722645_d023377852.jpg?v=0" ALT="Tiga wanita atau lebih" /></p>
<p><img SRC="http://farm3.static.flickr.com/2159/2389553536_f8feb00c78.jpg?v=0" ALT="Beberapa laki-laki dan wanita" /></p>
<p><img SRC="http://farm4.static.flickr.com/3222/2388722503_90ed69d6cb.jpg?v=0" ALT="Bila ada anak-anak" /></p>
<p CLASS="postinfo">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/06/aturan-shaf-sholat-berjamaah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>التعليقات البهية      على القواعد الأربع العقدية</title>
		<link>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/06/%d8%a7%d9%84%d8%aa%d8%b9%d9%84%d9%8a%d9%82%d8%a7%d8%aa-%d8%a7%d9%84%d8%a8%d9%87%d9%8a%d8%a9-%d8%b9%d9%84%d9%89-%d8%a7%d9%84%d9%82%d9%88%d8%a7%d8%b9%d8%af-%d8%a7%d9%84%d8%a3%d8%b1%d8%a8%d8%b9-%d8%a7%d9/</link>
		<comments>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/06/%d8%a7%d9%84%d8%aa%d8%b9%d9%84%d9%8a%d9%82%d8%a7%d8%aa-%d8%a7%d9%84%d8%a8%d9%87%d9%8a%d8%a9-%d8%b9%d9%84%d9%89-%d8%a7%d9%84%d9%82%d9%88%d8%a7%d8%b9%d8%af-%d8%a7%d9%84%d8%a3%d8%b1%d8%a8%d8%b9-%d8%a7%d9/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 02:51:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bachirahmad</dc:creator>
		
		<category>Kitab Kuning</category>

		<guid isPermaLink="false">http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/06/%d8%a7%d9%84%d8%aa%d8%b9%d9%84%d9%8a%d9%82%d8%a7%d8%aa-%d8%a7%d9%84%d8%a8%d9%87%d9%8a%d8%a9-%d8%b9%d9%84%d9%89-%d8%a7%d9%84%d9%82%d9%88%d8%a7%d8%b9%d8%af-%d8%a7%d9%84%d8%a3%d8%b1%d8%a8%d8%b9-%d8%a7%d9/</guid>
		<description><![CDATA[
فقد هيأ الله في القرن الثاني عشر الشيخ محمد بن عبد الوهاب رحمه الله تعالى فقام بدعوة التوحيد في نجد ، وكتب الله لها النجاح بعد جهادٍ مرير وطويل  فألف المؤلفات وجاهد المشركين حتى دخلوا في دين الله ، وعادوا إلى رحابه فوحدوه .
ومن ضمن مؤلفاته ، وأعظمها نفعاً ؛ الثلاثة الأصول ، وكتاب [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a TARGET="_blank" HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_141c3wx2ffp"><img HEIGHT="354" WIDTH="450" SRC="http://bachirahmad.myminaret.com/files/2008/08/baihaqi.JPG" /></a></p>
<p>فقد هيأ الله في القرن الثاني عشر الشيخ محمد بن عبد الوهاب رحمه الله تعالى فقام بدعوة التوحيد في نجد ، وكتب الله لها النجاح بعد جهادٍ مرير وطويل  فألف المؤلفات وجاهد المشركين حتى دخلوا في دين الله ، وعادوا إلى رحابه فوحدوه .<br />
ومن ضمن مؤلفاته ، وأعظمها نفعاً ؛ الثلاثة الأصول ، وكتاب التوحيد وكشف الشبهات ، والقواعد الأربع ، والتي هي مقصود بحثنا الآن قال شيخ الإسلام محمد بن عبد الوهاب رحمه الله : ( أسأل الله الكريم رب العرش العظيم أن يتولاك في الدنيا والآخرة وأن يجعلك مباركاً أينما كنت ) يا لها من دعوة ما أعظمها فمن تولاه الله في الدنيا والآخرة فقد فاز ، ونجـا وحاز الدرجات العلا وأكرمه الله بالجنة التي من دخلها يحيا فلا يموت ، ويَصِحُّ فلا يسقم ويشب فلا يهرم  إذا تولاك الله في الدنيا يسر لك العلم الصحيح المأخوذ من الكتاب والسنة ووفقك للعمل به ، وإذا تولاك في الآخرة صرف عنك العذاب ، ويسر لك أسباب السعادة ، فكان البرزخ في حقك نعيماً ، وفزت بالجنة بعد ذلك  وإذا جعلك مباركاً أينما كنت فقد حصل لك ما يتمناه الصالحون من الأعمال الصالحة الخالصة لله جل وعلا التي يترتب عليها الخير في المواطن الثلاثة في الدنيا ، والبرزخ ، والآخرة ، وقد دعا لك أيضاً فقال :<br />
( وأن يجعلك ممن إذا أعطي شكر ، وإذا ابتلي صبر ، وإذا أذنب استغفر  فإنَّ هؤلاء الثلاث عنوان السعادة ) أي عامَّتها ، فالله يجزي الشاكرين بالزيادة ، ويعطي الصابرين الأجر العظيم الذي لا يحصره حاصر ، ولا يعدُّه عاد ، كما في الحديث الصحيح أنَّ النبي  قال فيما يرويه عن ربه :<br />
{ كل عمل ابن آدم يضاعف الحسنة بعشر أمثالها إلى سبعمـائة ضعف إلى ما شـاء الله قال الله عز و جل : إلا الصوم ، فإنه لي و أنا أجزي به يـدع شهوته وطعامه من أجلي }( ) متفقٌ عليه من حديث أبي هريرة</p>
<p>(<strong><a TARGET="_blank" HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_141c3wx2ffp"> Baca Selengkapnya</a></strong> )
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/06/%d8%a7%d9%84%d8%aa%d8%b9%d9%84%d9%8a%d9%82%d8%a7%d8%aa-%d8%a7%d9%84%d8%a8%d9%87%d9%8a%d8%a9-%d8%b9%d9%84%d9%89-%d8%a7%d9%84%d9%82%d9%88%d8%a7%d8%b9%d8%af-%d8%a7%d9%84%d8%a3%d8%b1%d8%a8%d8%b9-%d8%a7%d9/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Setan adalah Musuh Orang Beriman</title>
		<link>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/02/setan-adalah-musuh-orang-beriman/</link>
		<comments>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/02/setan-adalah-musuh-orang-beriman/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Aug 2008 06:10:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bachirahmad</dc:creator>
		
		<category>Taushiyah</category>

		<guid isPermaLink="false">http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/02/setan-adalah-musuh-orang-beriman/</guid>
		<description><![CDATA[
Dalam Al Qur&#8217;an, setan adalah nama umum untuk seluruh makhluk yang berusaha keras menyesatkan manusia hingga Hari Pembalasan nanti.  Iblis adalah setan pertama yang membangkang kepada Allah ketika Dia menciptakan Adam. Allah telah memperingatkan manusia agar tidak tergoda oleh setan, sebagai mana dia telah berhasil memperdayakan kedua orang tua manusia yang pertama, Adam dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_140hpq8gvg3" TARGET="_blank"><img SRC="http://bachirahmad.myminaret.com/files/2008/08/musuhi-setan.thumbnail.JPG" WIDTH="173" HEIGHT="196" /></a></p>
<p>Dalam Al Qur&#8217;an, setan adalah nama umum untuk seluruh makhluk yang berusaha keras menyesatkan manusia hingga Hari Pembalasan nanti.  Iblis adalah setan pertama yang membangkang kepada Allah ketika Dia menciptakan Adam. Allah telah memperingatkan manusia agar tidak tergoda oleh setan, sebagai mana dia telah berhasil memperdayakan kedua orang tua manusia yang pertama, Adam dan Hawa &#8216;alaihimas salam.</p>
<p>Allah SWT berfirman: ”Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya &#8216;auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tak beriman. (QS. Al-A&#8217;raf: 27)</p>
<p>Oleh karena itulah dengan rahmat-Nya, Allah memerintahkan manusia untuk menjadikan setan sebagai musuhnya, karena memang hakikatnya setan adalah musuh nyata manusia. Dia berfirman, yang artinya, Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka jadikanlah ia musuh(mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. (QS. Fathir: 6). Sedangkan tindakan seseorang terhadap musuhnya telah jelas, yaitu berusaha dengan segenap kemampuan agar segala keburukan menimpa musuhnya dan segala kebaikan terlepas darinya.</p>
<p>Imam Ibnul Qayim rahimahullah mengomentari ayat di atas dengan perkataan, Perintah Allah untuk menjadikan setan sebagai musuh ini sebagai peringatan, agar (manusia) mengerahkan segala kemampuan untuk memerangi dan melawan setan. Sehingga setan itu seolah-olah musuh yang tidak pernah berhenti dan tidak pernah lalai</p>
<p>Memang setan merupakan musuh yang tidak pernah berhenti dan tidak pernah lalai. Bahkan selalu menyertai dan menghadang manusia di atas setiap jalan kebaikan. Karena memang pada setiap diri manusia itu ada setan dari kalangan jin yang berusaha menyesatkannya. Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: „Tidaklah seorangpun di antara kamu kecuali disertakan padanya jin yang selalu menyertainya“. Para sahabat bertanya, &#8220;Kepada Anda juga wahai Rasulullah?&#8221; Beliau menjawab, &#8220;Juga kepada saya, tetapi Allah membantuku melawannya, sehingga dia masuk Islam. Maka dia tidak memerintahkanku kecuali dengan kebaikan.</p>
<p>( <strong><a HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_140hpq8gvg3" TARGET="_blank">Baca Selengkapnya </a></strong>)
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/02/setan-adalah-musuh-orang-beriman/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pokok-pokok Sunnah menurut Imam Ahmad</title>
		<link>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/02/pokok-pokok-sunnah-menurut-imam-ahmad/</link>
		<comments>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/02/pokok-pokok-sunnah-menurut-imam-ahmad/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Aug 2008 04:17:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bachirahmad</dc:creator>
		
		<category>Aqidah</category>

		<guid isPermaLink="false">http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/02/pokok-pokok-sunnah-menurut-imam-ahmad/</guid>
		<description><![CDATA[
Akhir-akhir ini karena gencarnya dakwah yang dilakukan oleh Ahlul bi’dah dan makar yang dilakukan oleh orang-orang yang memusuhi Islam mengakibatkan umat Islam banyak yang tidak mengetahui pokok-pokok agama mereka. Oleh sebab itu kami merasa terpanggil untuk menjelaskan aqidah Islam (Ahlus Sunnah wal Jama’ah) kepada masyarakat luas agar mereka bisa mempelajari dan mengamalkannya.
Sesungguhnya Allah Ta’ala telah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a TARGET="_blank" HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_1399wthfnvn"><img HEIGHT="267" WIDTH="261" SRC="http://kitaabun.com/shopping3/images/Ahmadbinhanbal.jpg" /></a></p>
<p>Akhir-akhir ini karena gencarnya dakwah yang dilakukan oleh Ahlul bi’dah dan makar yang dilakukan oleh orang-orang yang memusuhi Islam mengakibatkan umat Islam banyak yang tidak mengetahui pokok-pokok agama mereka. Oleh sebab itu kami merasa terpanggil untuk menjelaskan aqidah Islam (Ahlus Sunnah wal Jama’ah) kepada masyarakat luas agar mereka bisa mempelajari dan mengamalkannya.</p>
<p>Sesungguhnya Allah Ta’ala telah mengutus rasul Nya Muhammad SAW dengan petunjuk dari agama yang benar sebagai rahmat bagi seluruh alam, tauladan bagi orang yang beramal shalih dan hujjah bagi seluruh manusia. Beliau telah menjelaskan dengan petunjuk dan agama yang benar, serta dengan apa yang telah turun kepadanya yakni Al Qur&#8217;an dan hikmah (Sunnah) semua perkara yang mengandung kebaikan bagi ummat manusia dan dapat membuat mereka istiqamah dalam masalah agama ataupun dunia, yaitu penjelasan tentang masalah aqidah yang benar dan amalan-amalan yang baik, akhlak yang utama dan adab yang tinggi.</p>
<p>Rasulullah Shalallahu ’alaihi wasallam meninggalkan umatnya diatas jalan yang putih, malamnya seperti siangnya tidak ada yang menyeleweng dari jalan tersebut kecuali orang yang binasa. Berjalanlah umat yang mentaati Allah dan Rasul Nya diatas manhaj tersebut, mereka adalah makhluk yang terbaik, mereka itu adalah para sahabat dan tabiin serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, menjalankan syariat Allah, berpegang teguh dengan Sunnah Rasulullah, menggigitmya dengan gigi geraham mereka, sehingga mereka menjadi kelompok yang terus mendapatkan kemenangan, tidak terganggu oleh orang yang menyakiti atau menyelisihi mereka, hingga datangnya urusan Allah mereka tetap dalam keadaan demikian.</p>
<p>Alhamdulillah, kami mendapatkan satu kitab, walaupun kecil bentuknya namun mengandung ilmu yang sangat besar dan bermanfaat bagi kaum muslimin di dunia dan akhirat. Buku karya Imam Ahlus Sunnah Ahmad bin Hanbal ini berisi pokok-pokok Aqidah Ahlus Sunnah yang sudah banyak dilupakan oleh kaum muslimin.</p>
<p>Akhirnya mudah-mudahan ini merupakan sumbangsih kami dalam menyebarkan Dakwah Salafiyah Ahlus Sunnah wal jama’ah, dan mudah-mudahan Allah menjadikannya bermanfaat bagi segenap pembaca khususnya dan kaum muslimin pada umumnya. Amin.</p>
<p>( <strong><a TARGET="_blank" HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_1399wthfnvn">Baca Selengkapnya</a></strong> )
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/02/pokok-pokok-sunnah-menurut-imam-ahmad/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tuntunan As-Sunnah dalam Pendidikan Anak</title>
		<link>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/01/tuntunan-as-sunnah-dalam-pendidikan-anak/</link>
		<comments>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/01/tuntunan-as-sunnah-dalam-pendidikan-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2008 02:34:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bachirahmad</dc:creator>
		
		<category>Taushiyah</category>

		<guid isPermaLink="false">http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/01/tuntunan-as-sunnah-dalam-pendidikan-anak/</guid>
		<description><![CDATA[Rasulullah SAW membebankan tanggung jawab pendidikan anak itu sepenuhnya di pundak orang tua. Dari Ibnu Umar radliallahu &#8216;anhum berkata, Rasulullah SAW bersabda : “Masing-masing kalian adalah pemimpin. Masing-masing akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Kepala negara adalah pemimpin yang akan dimintai petanggungjawabannya terhadap kepemimpinanannya, seorang lelaki adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap kepemimpinannya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font SIZE="3"><a TARGET="_blank" HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_138cwp9bhc5"><img HEIGHT="276" SRC="http://bachirahmad.myminaret.com/files/2008/08/anak.JPG" WIDTH="220" /></a>Rasulullah SAW membebankan tanggung jawab pendidikan anak itu sepenuhnya di pundak orang tua. Dari Ibnu Umar radliallahu &#8216;anhum berkata, Rasulullah SAW bersabda : “Masing-masing kalian adalah pemimpin. Masing-masing akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Kepala negara adalah pemimpin yang akan dimintai petanggungjawabannya terhadap kepemimpinanannya, seorang lelaki adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap kepemimpinannya, wanita adalah pemimpin dalam rumah suaminya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap kepemimpinannya, begitu pula pelayan adalah pemimpin terhadap harta tuannya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap kepemimpinannya . Masing-masing kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap kepemimpinannya. “ (Muttafaq ‘Alaih)Allah SWT berfirman : “Wahai Orang-oarang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka (yang) bahan bakarnya adalah manusia dan batu; dijaga oleh malaikat yang keras dan kasar, tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan.” (Q. S. At-tahrim:6)Anak memang anugerah, bahkan di dalam al-Qur’an dikatakan sebagai perhiasan hidup, “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia…” (QS. al-Kahfi : 46). Bayangkan, jika hidup kita tanpa perhiasan, semuanya akan terasa suram. Untuk itu kita patut bersyukur atas nikmat Allah yang dititipkannya melalui anak-anak kita. Rasa syukur itu dapat kita wujudkan dengan mengasuh dan mendidik mereka berlandaskan fitrah dan kasih sayang.</p>
<p>Selain sebagai anugerah, anak diberikan kepada orang tuanya sebagai amanah ”berat” untuk dipelihara, dididik dan dibina agar berkualitas dan tangguh. Seperti diperintahkan dalam al-Qur’an, “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar” (QS. an-Nisaa’ : 9).</p>
<p>Setiap orang tua harus menyadari amanah ini. Karena orang tualah yang bertanggungjawab terhadap pendidikan anak-anaknya. Jika orang tua tak memiliki kemampuan untuk mendidik, tanggungjawabnya memang dapat dibagi kepada guru di sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Namun peran sentral harus tetap pada orang tua. Caranya, orang tua dapat memilih guru atau sekolah untuk anak-anaknya dengan kriteria yang tepat. Misalnya, guru atau sekolah yang dipilih harus mampu membina anak-anak dengan berbagai disiplin ilmu atas dasar akidah, akhlak, dan ajaran Islam.</p>
<p>( <strong><a TARGET="_blank" HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_138cwp9bhc5">Baca Selengkapnya</a></strong> )</p>
<p></font>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/08/01/tuntunan-as-sunnah-dalam-pendidikan-anak/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>أكبر دليل للكتب الإسلامية والعربية على الشبكة</title>
		<link>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/31/%d8%a3%d9%83%d8%a8%d8%b1-%d8%af%d9%84%d9%8a%d9%84-%d9%84%d9%84%d9%83%d8%aa%d8%a8-%d8%a7%d9%84%d8%a5%d8%b3%d9%84%d8%a7%d9%85%d9%8a%d8%a9-%d9%88%d8%a7%d9%84%d8%b9%d8%b1%d8%a8%d9%8a%d8%a9-%d8%b9%d9%84%d9/</link>
		<comments>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/31/%d8%a3%d9%83%d8%a8%d8%b1-%d8%af%d9%84%d9%8a%d9%84-%d9%84%d9%84%d9%83%d8%aa%d8%a8-%d8%a7%d9%84%d8%a5%d8%b3%d9%84%d8%a7%d9%85%d9%8a%d8%a9-%d9%88%d8%a7%d9%84%d8%b9%d8%b1%d8%a8%d9%8a%d8%a9-%d8%b9%d9%84%d9/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2008 18:23:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bachirahmad</dc:creator>
		
		<category>Blogroll</category>

		<guid isPermaLink="false">http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/31/%d8%a3%d9%83%d8%a8%d8%b1-%d8%af%d9%84%d9%8a%d9%84-%d9%84%d9%84%d9%83%d8%aa%d8%a8-%d8%a7%d9%84%d8%a5%d8%b3%d9%84%d8%a7%d9%85%d9%8a%d8%a9-%d9%88%d8%a7%d9%84%d8%b9%d8%b1%d8%a8%d9%8a%d8%a9-%d8%b9%d9%84%d9/</guid>
		<description><![CDATA[

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a HREF="http://www.almaktba.com" TARGET="_blank"><img SRC="http://bachirahmad.myminaret.com/files/2008/07/almaktabah.JPG" WIDTH="495" HEIGHT="434" /></a>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/31/%d8%a3%d9%83%d8%a8%d8%b1-%d8%af%d9%84%d9%8a%d9%84-%d9%84%d9%84%d9%83%d8%aa%d8%a8-%d8%a7%d9%84%d8%a5%d8%b3%d9%84%d8%a7%d9%85%d9%8a%d8%a9-%d9%88%d8%a7%d9%84%d8%b9%d8%b1%d8%a8%d9%8a%d8%a9-%d8%b9%d9%84%d9/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pemetaan Madzhab-madzhab dalam Islam</title>
		<link>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/29/pemetaan-madzhab-dalam-islam/</link>
		<comments>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/29/pemetaan-madzhab-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 03:44:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bachirahmad</dc:creator>
		
		<category>Aqidah</category>

		<guid isPermaLink="false">http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/29/pemetaan-madzhab-dalam-islam/</guid>
		<description><![CDATA[
“Dan seandainya Robbimu mau, niscaya Dia jadikan manusia itu umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih, kecuali yang dirahmati Robbimu.” (QS. Hud: 118-119).
Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Allah mengabarkan bahwa Dia mampu menjadikan manusia seluruhnya satu umat, baik dalam keimanan atau kekufuran, sebagaimana firmanNya yang lain, ‘Seandainya Robbimu kehendaki niscaya berimanlahlah semua manusia di bumi.’ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a TARGET="_blank" HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_137d3nbnzh5"><img SRC="http://bachirahmad.myminaret.com/files/2008/07/arrow.jpg" WIDTH="500" HEIGHT="400" /></a><br />
“Dan seandainya Robbimu mau, niscaya Dia jadikan manusia itu umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih, kecuali yang dirahmati Robbimu.” (QS. Hud: 118-119).<br />
Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Allah mengabarkan bahwa Dia mampu menjadikan manusia seluruhnya satu umat, baik dalam keimanan atau kekufuran, sebagaimana firmanNya yang lain, ‘Seandainya Robbimu kehendaki niscaya berimanlahlah semua manusia di bumi.’ Lalu firmanNya ‘tetapi mereka senantiasa berselisih, kecuali yang dirahmati Robbimu’ artinya perbedaan akan senantiasa terjadi antara manusia, baik tentang agama, keyakinan, millah, madzhab, dan pendapat-pendapat mereka. Berkata Ikrimah, ‘Mereka berbeda dalam petunjuk’.</p>
<p>Pada mulanya Islam hanyalah satu, yaitu yang dicontohkan dan diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lalu dilanjutkan oleh orang-orang beriman setelahnya yakni para sahabat Ridhwanullah ‘Alaihim Ajma’in. Kelak, jalan inilah yang ditempuh oleh Ahlus Sunnah wal Jamaah. Adapun jalan yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para sahabatnya adalah jalan syetan yang dilakukan para ahli bid’ah yang sesat, yang akan memecah belah umat Islam, sebagaimana yang digambarkan oleh Al Qur’an dan Al Hadits.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman:<br />
“Dan sesungguhnya inilah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), yang akan memecahbelahkan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa.” (QS. Al An’am: 153)</p>
<p>( <strong><a TARGET="_blank" HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_130fn3tkvff">Baca Selengkapnya</a></strong> )
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/29/pemetaan-madzhab-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Ibunda seluruh Mukminin</title>
		<link>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/28/belajar-dari-ibunda-seluruh-mukminin/</link>
		<comments>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/28/belajar-dari-ibunda-seluruh-mukminin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 15:16:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bachirahmad</dc:creator>
		
		<category>Shahabat-Nabi-SAW</category>

		<guid isPermaLink="false">http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/28/belajar-dari-ibunda-seluruh-mukminin/</guid>
		<description><![CDATA[
Sejarah Islam sangat didominasi oleh perjalan hidup para pelakunya, terutama Muhammad Rasulullah saw. Kita mengenal banyak sosok pahlawan Islam di dalam diri sahabat-sahabat Rasulullah saw. Mereka itu tak hanya dari kalangan laki-laki, tapi juga banyak sahabat wanita. Namun sayangnya banyak buku yang sudah ditulis tentang para pelaku sejarah permulaan Islam, tak banyak menampilkan tokoh wanita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_134fvpvg8dx" TARGET="_blank"><img SRC="http://www.hidayah.com.my/images/ummahatul.jpg" WIDTH="320" HEIGHT="380" /></a></p>
<p>Sejarah Islam sangat didominasi oleh perjalan hidup para pelakunya, terutama Muhammad Rasulullah saw. Kita mengenal banyak sosok pahlawan Islam di dalam diri sahabat-sahabat Rasulullah saw. Mereka itu tak hanya dari kalangan laki-laki, tapi juga banyak sahabat wanita. Namun sayangnya banyak buku yang sudah ditulis tentang para pelaku sejarah permulaan Islam, tak banyak menampilkan tokoh wanita shahabiyah,  seperti para isteri Rasulullah saw. saja. Padahal peran para sahabat wanita itu tidak kalah besar dibanding sahabat laki-laki.</p>
<p>Para isteri dikenal sebagai pemimpin rumah tangga yang sukses, da&#8217;i penyebar agama Islam, pengusaha sukses, bahkan anggota pasukan perang yang gigih membela Rasulullah SAW dengan darah dan nyawanya.</p>
<p>Ketika rombongan keluarga Nabi SAW dan Abu Bakar Ash-Shiddiq ra. sampai di Madinah,  Rasulullah SAW sedang membangun masjid dan ruangan-ruangan di sekeliling masjid itu. Lalu Nabi SAW menempatkan mereka di sebuah rumah milik Haritsah bin Nu&#8217;man ra. Rasulullah SAW menyempurnakan pernikahannya dengan &#8216;Aisyah ra di ruangan itu. Dan Rasulullah SAW pun dimakamkan di tempat yang sama. Haritsah bin Nu&#8217;man memiliki beberapa rumah di sekitar masjid Nabawi. Apabila Rasulullah SAW menikahi seseorang, maka Haritsah akan pindah dari rumahnya demi beliau, sehingga akhirnya semua rumahnya digunakan untuk Rasulullah SAW dan isteri-isteri beliau. Nabi SAW membuat pintu masuk ke masjid melalui pintu kamar &#8216;Aisyah.  Diriwayatkan bahwa ketika beliau sedang beri&#8217;tikaf, beliau menjengukkan kepalanya dari masjid lewat pintu &#8216;Aisyah. lalu &#8216;Aisyah mencuci kepala beliau sementara dia sedang haid.</p>
<p>(  <strong><a HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_134fvpvg8dx" TARGET="_blank">Baca Selengkapnya</a></strong> )
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/28/belajar-dari-ibunda-seluruh-mukminin/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Riwayat Isra&#8217; Mi&#8217;raj Nabi SAW</title>
		<link>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/28/riwayat-isra-miraj-nabi-saw/</link>
		<comments>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/28/riwayat-isra-miraj-nabi-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 07:41:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bachirahmad</dc:creator>
		
		<category>Cerita-Islami</category>

		<guid isPermaLink="false">http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/28/riwayat-isra-miraj-nabi-saw/</guid>
		<description><![CDATA[


Pagi itu, Rasulullah bergegas menuju keramaian. Setelah sampai, menceritakan kejadian luar biasa yang dialaminya tadi malam. Beliau bercerita, Tadi malam, Jibril datang padaku. Ia mengajakku pergi ke suatu tempat. Didatangkan untukku seekor binatang yang berbentuk lebih besar dari keledai, langkahnya sejauh pandangan matanya. Aku menungganginya dengan disertai Jibril.
Sejenak setelah kami dibawa terbang oleh Buraq, aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a TARGET="_blank" HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_133d7jjxjfb"></p>
<p><img HEIGHT="326" WIDTH="470" SRC="http://bachirahmad.myminaret.com/files/2008/07/al-aqsa.JPG" /></p>
<p></a></p>
<p ALIGN="center">Pagi itu, Rasulullah bergegas menuju keramaian. Setelah sampai, menceritakan kejadian luar biasa yang dialaminya tadi malam. Beliau bercerita, Tadi malam, Jibril datang padaku. Ia mengajakku pergi ke suatu tempat. Didatangkan untukku seekor binatang yang berbentuk lebih besar dari keledai, langkahnya sejauh pandangan matanya. Aku menungganginya dengan disertai Jibril.</p>
<p>Sejenak setelah kami dibawa terbang oleh Buraq, aku disuruh Jibril turun untuk melakukan shalat, lalu berkatalah beliau kepadaku, Tahukah engkau bahwa engkau shalat di Thaibah (Madinah) dan disitulah engkau kelak berhijrah. Kemudian perjalanan dilanjutkan, di suatu tempat Jibril menyuruhku turun untuk shalat. &#8216;Inilah Thuur Sina, tempat Musa bercakap-cakap langsung dengan Robbi-nya,&#8217; kata Jibril kepadaku.</p>
<p>Demi mendengar cerita itu, ramailah orang-orang yang dari tadi berkumpul. Kamu bohong Muhammad, bagaimana mungkin kamu pergi ke Baitul Maqdis, kemudian ke langit hanya dalam semalam, teriak seseorang musyrik. Lihatlah wahai para pengkhianat Latta dan &#8216;Uzza, orang yang menurutmu Nabi, ternyata hanya seorang pembual, teriak yang lain.</p>
<p>Ya Rasulullah, benarkah apa yang engkau ceritakan itu? tanya salah seorang sahabat. Benar, jawab Rasul mantap. Tapi, apakah mungkin? ujar sahabat tadi dalam hatinya.  Seseorang pergi menemui Abu Bakar menanyakan pendapatnya tentang cerita Rasulullah. Dengan mantap Abu Bakar menjawab, Aku mempercayainya tentang hal-hal yang lebih aneh dari itu, aku mempercayainya tentang kabar-kabar langit yang dibawanya (Rasulullah) di waktu pagi maupun senja.</p>
<p>Peristiwa isra’ mi’raj yang dilakukan nabi dalam tempo semalam menjadi senjata yang digunakan oleh orang-orang yang memusuhi Islam. Orang-orang tersebut baik dimasa sekarang maupun pada masa lalu menganggap bahwa isra’ mi’raj sebagai bualan dari nabi Muhammad. Benar-benar sesuatu yang tidak bisa dicerna akal, bahkan teknologi transportasi pada masa itu mustahil untuk melakukan perjalanan pulang pergi ke Al Aqsha dalam waktu semalam.</p>
<p>Namun tidak ada yang mustahil bagi Allah SWT, kekuasaan Allah meliputi segala sesuatu. Manusia dan makhluk ciptaan Allah semua tergantung pada-Nya. Disinilah nampak keterbatasan akal manusia, ada batasan dimana akal tidak mampu mencernanya. Walaupun akhir-akhir ini ada analisa yang mencoba memberikan penjelasan mengenai peristiwa isra’ mi’raj dari kacamata sains modern bagaimana cara Allah SWT yang menjalankan hambanya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa .</p>
<p>( <strong><a TARGET="_blank" HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_133d7jjxjfb">Baca Selengkapnya</a></strong> )
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/28/riwayat-isra-miraj-nabi-saw/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Kenikmatan Surga</title>
		<link>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/24/mengenal-kenikmatan-surga/</link>
		<comments>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/24/mengenal-kenikmatan-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 04:19:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bachirahmad</dc:creator>
		
		<category>Aqidah</category>

		<guid isPermaLink="false">http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/24/mengenal-kenikmatan-surga/</guid>
		<description><![CDATA[
Surga itu adalah tempat kenikmatan yang kekal sempurna yang tidak ada didalamnya kekurangan sama sekali. Ia disediakan Allah SWT bagi mereka yang mentaati Perintah-Nya dan tidak mengingkari Kebenaran yang dibawa Rasul-Rasul-Nya, yakni orang-orang yang beramal shaleh semasa hidup didunia.
Ketahuilah wahai saudaraku-semoga Allah memberi taufiq kepada kita untuk menaati-Nya-bahwa surga adalah tempat orang-orang yang bertaqwa, tempat orang-orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_1326nkp72d8" TARGET="_blank"><img SRC="http://www.bukumuslim.com/image-product/img81.jpg" WIDTH="243" HEIGHT="260" /></a></p>
<p>Surga itu adalah tempat kenikmatan yang kekal sempurna yang tidak ada didalamnya kekurangan sama sekali. Ia disediakan Allah SWT bagi mereka yang mentaati Perintah-Nya dan tidak mengingkari Kebenaran yang dibawa Rasul-Rasul-Nya, yakni orang-orang yang beramal shaleh semasa hidup didunia.</p>
<p>Ketahuilah wahai saudaraku-semoga Allah memberi taufiq kepada kita untuk menaati-Nya-bahwa surga adalah tempat orang-orang yang bertaqwa, tempat orang-orang yang dikaruniai nikmat dari Allah Ta’ala, dari kalangan para Nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang yang shaleh. Surga, adalah tempat yang tamannya berisi sungai-sungai yang mengalir di bawahnya. Dia adalah tempat yang tersusun dari bata-bata dan perak istananya. Misik yang terbaik tanahnya, pasirnya intan dan mutiara, Za&#8217;faran debunya dan mutiara yang dijalin kemah-kemahnya.</p>
<p>Di dalamnya terdapat hamba yang diberi karunia, yaitu orang-orang yang makan, tapi tidak mengeluarkan ingus dan tidak buang air, bahkan keringat yang mengalirpun memiliki aroma minyak kesturi/misik. Mereka yang bertaqwa bertempat tinggal dan tidak berpindah, hidup tidak mati. Wajah-wajah mereka cerah, tertawa lagi berseri. Di dalamnya diangkatlah hijab, hingga orang-orang akan melihat wajah Allah Ta’ala. Itu semua telah dikabarkan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dan dalam Al-Qur’an Al-Kariim.</p>
<p>Tidak ada kenikmatan di dunia yang dapat menandingi kenikmatan yang disediakan Allah SWT didalamnya.  Sebagaimana  diriwayatkan di dalam hadits Qudsi  oleh Imam Al Bukhari dari Abu Hurairah RA : Rasulullah SAW bersabda &#8220;Aku sediakan bagi hamba-hamba-Ku yang shaleh segala sesuatu yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia&#8221;</p>
<p>( <strong><a HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_1326nkp72d8" TARGET="_blank">Baca Selengkapnya</a></strong> )
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/24/mengenal-kenikmatan-surga/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kemuliaan Ahlul Hadits</title>
		<link>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/24/mengenal-ahlul-hadits-dan-kemuliaannya/</link>
		<comments>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/24/mengenal-ahlul-hadits-dan-kemuliaannya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 19:44:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bachirahmad</dc:creator>
		
		<category>Aqidah</category>

		<guid isPermaLink="false">http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/24/mengenal-ahlul-hadits-dan-kemuliaannya/</guid>
		<description><![CDATA[
Sesungguhnya manusia yang paling mulia dan tinggi kedudukannya di dalam menjalankan, mengikuti, mencintai, memberikan loyalitas dan pertolongan pada al haq (kebenaran) yang dibawa oleh Muhammad shallallahu&#8217;alaihi wasallam adalah para shahabat beliau yang mulia, generasi tabi&#8217;in, atba&#8217;ut tabi&#8217;in dan orang-orang yang mengikuti jalan dan petunjuk mereka sampai akhir zaman.
Sesungguhnya siapapun yang mengetahui atau mempelajari keadaan kaum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dk422md_2259dtsfntg6" TARGET="_blank"><img SRC="http://bachirahmad.myminaret.com/files/2008/03/taubat.thumbnail.JPG" WIDTH="252" HEIGHT="250" /></a></p>
<p>Sesungguhnya manusia yang paling mulia dan tinggi kedudukannya di dalam menjalankan, mengikuti, mencintai, memberikan loyalitas dan pertolongan pada al haq (kebenaran) yang dibawa oleh Muhammad shallallahu&#8217;alaihi wasallam adalah para shahabat beliau yang mulia, generasi tabi&#8217;in, atba&#8217;ut tabi&#8217;in dan orang-orang yang mengikuti jalan dan petunjuk mereka sampai akhir zaman.</p>
<p>Sesungguhnya siapapun yang mengetahui atau mempelajari keadaan kaum muslimin terdahulu, yang mereka secara umum menisbatkan dirinya sebagai umat Nabi Muhammad shallallahu&#8217;alaihi wasallam, akan menemukan bahwa sesungguhnya ahlul hadits adalah orang-orang yang paling tinggi di dalam mengikuti, mentaati dan menyandarkan seluruh amalan mereka sesuai petunjuk yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu&#8217;alaihi wasallam yang berdasarkan Al Qur&#8217;an dan As Sunnah, baik dalam permasalahan aqidah, ibadah, mu&#8217;amalah, dakwah dan hujjah.</p>
<p>Golongan ahlul hadits adalah orang-orang yang paling tinggi kepercayaannya dalam meyakini manhaj (jalan) yang haq, yaitu manhaj yang dibawa secara sempurna oleh Nabi Muhammad shallallahu&#8217;alaihi wasallam, dan itu adalah jalan yang selamat dan lurus. Selain jalan tersebut, merupakan jalan yang tidak disyari&#8217;atkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala dan tidak Diridhoi oleh-Nya, yang dapat menghantarkan kita kepada kebinasaan dan adzab.</p>
<p>(<strong><a HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dk422md_2259dtsfntg6" TARGET="_blank"> Baca Selengkapnya</a></strong> )
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/24/mengenal-ahlul-hadits-dan-kemuliaannya/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ahlul Hadits</title>
		<link>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/24/ahlul-hadits/</link>
		<comments>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/24/ahlul-hadits/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 19:10:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bachirahmad</dc:creator>
		
		<category>Blogroll</category>

		<guid isPermaLink="false">http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/24/ahlul-hadits/</guid>
		<description><![CDATA[
Para Ulama Ahlul Hadits
بسم الله الرحمن الرحيم
Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman sahabat hingga sekarang yang masyhur :
1. Khalifah ar-Rasyidin :
• Abu Bakr Ash-Shiddiq
• Umar bin Al-Khaththab
• Utsman bin Affan
• Ali bin Abi Thalib
2. Al-Abadillah :
• Ibnu Umar
• Ibnu Abbas
• Ibnu Az-Zubair
• Ibnu Amr
• Ibnu Mas’ud
• Aisyah binti Abubakar
• Ummu Salamah
• Zainab bint [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a HREF="http://ahlulhadiits.wordpress.com" TARGET="_blank"><img SRC="http://ahlulhadiits.files.wordpress.com/2007/12/biografi.gif" WIDTH="350" HEIGHT="175" /></a></p>
<p>Para Ulama Ahlul Hadits</p>
<p>بسم الله الرحمن الرحيم</p>
<p>Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman sahabat hingga sekarang yang masyhur :</p>
<p>1. Khalifah ar-Rasyidin :<br />
• Abu Bakr Ash-Shiddiq<br />
• Umar bin Al-Khaththab<br />
• Utsman bin Affan<br />
• Ali bin Abi Thalib</p>
<p>2. Al-Abadillah :<br />
• Ibnu Umar<br />
• Ibnu Abbas<br />
• Ibnu Az-Zubair<br />
• Ibnu Amr<br />
• Ibnu Mas’ud<br />
• Aisyah binti Abubakar<br />
• Ummu Salamah<br />
• Zainab bint Jahsy<br />
• Anas bin Malik<br />
• Zaid bin Tsabit<br />
• Abu Hurairah<br />
• Jabir bin Abdillah<br />
• Abu Sa’id Al-Khudri<br />
• Mu’adz bin Jabal<br />
• Abu Dzarr al-Ghifari<br />
• Sa’ad bin Abi Waqqash<br />
• Abu Darda’</p>
<p>3. Para Tabi’in :<br />
• Sa’id bin Al-Musayyab wafat 90 H<br />
• Urwah bin Zubair wafat 99 H<br />
• Sa’id bin Jubair wafat 95 H<br />
• Ali bin Al-Husain Zainal Abidin wafat 93 H<br />
• Muhammad bin Al-Hanafiyah wafat 80 H<br />
• Ubaidullah bin Abdillah bin Utbah bin Mas’ud wafat 94 H<br />
• Salim bin Abdullah bin Umar wafat 106 H<br />
• Al-Qasim bin Muhammad bin Abi Bakr Ash Shiddiq<br />
• Al-Hasan Al-Bashri wafat 110 H<br />
• Muhammad bin Sirin wafat 110 H<br />
• Umar bin Abdul Aziz wafat 101 H<br />
• Nafi’ bin Hurmuz wafat 117 H<br />
• Muhammad bin Syihab Az-Zuhri wafat 125 H<br />
• Ikrimah wafat 105 H<br />
• Asy Sya’by wafat 104 H<br />
• Ibrahim an-Nakha’iy wafat 96 H<br />
• Aqamah wafat 62 H</p>
<p>4. Para Tabi’ut tabi’in :<br />
• Malik bin Anas wafat 179 H<br />
• Al-Auza’i wafat 157 H<br />
• Sufyan bin Said Ats-Tsauri wafat 161 H<br />
• Sufyan bin Uyainah wafat 193 H<br />
• Al-Laits bin Sa’ad wafat 175 H<br />
• Syu’bah ibn A-Hajjaj wafat 160 H<br />
• Abu Hanifah An-Nu’man wafat 150 H</p>
<p>5. Atba’ Tabi’it Tabi’in : Setelah para tabi’ut tabi’in:<br />
• Abdullah bin Al-Mubarak wafat 181 H<br />
• Waki’ bin Al-Jarrah wafat 197 H<br />
• Abdurrahman bin Mahdy wafat 198 H<br />
• Yahya bin Sa’id Al-Qaththan wafat 198 H<br />
• Imam Syafi’i wafat 204 H</p>
<p>&#8230;. dan seterusnya
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/24/ahlul-hadits/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mewaspadai Iblis Laknatullah</title>
		<link>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/22/mewaspadai-iblis-laknatullah/</link>
		<comments>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/22/mewaspadai-iblis-laknatullah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 09:38:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bachirahmad</dc:creator>
		
		<category>Aqidah</category>

		<guid isPermaLink="false">http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/22/mewaspadai-iblis-laknatullah/</guid>
		<description><![CDATA[
Adam dan Hawa tinggal di surga. Iblis iri dibuatnya. Ia menyimpan dendam kesumat terhadap keduanya. Iblis pun berjanji akan mendongkel mereka dari surga. Tidak hanya itu, Iblis juga berjanji menggelincirkan anak cucu Adam sampai kiamat. Demi ambisinya, Iblis bahkan meminta dispensasi kepada Allah untuk bisa hidup sampai akhir zaman. Ia pun mencari celah untuk menggoda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_131fgpv88kq" TARGET="_blank"><img SRC="http://bp1.blogger.com/_OImz0894TUU/R0yTFpV9khI/AAAAAAAAAE0/F1ecyj6YQcE/s320/edit+2.jpg" WIDTH="270" HEIGHT="254" /></a></p>
<p>Adam dan Hawa tinggal di surga. Iblis iri dibuatnya. Ia menyimpan dendam kesumat terhadap keduanya. Iblis pun berjanji akan mendongkel mereka dari surga. Tidak hanya itu, Iblis juga berjanji menggelincirkan anak cucu Adam sampai kiamat. Demi ambisinya, Iblis bahkan meminta dispensasi kepada Allah untuk bisa hidup sampai akhir zaman. Ia pun mencari celah untuk menggoda Adam dan Hawa. Celah itu akhirnya ia temukan. Iblis membujuk keduanya agar mendekati pohon larangan. Pohon yang Allah melarang keduanya untuk mendekati dan memakan buahnya. Keduanya tertipu, mereka mendekati dan memakan buahnya. Iblis tertawa terbahak. Akhirnya, mereka semua dikeluarkan dari surga.</p>
<p>Pintu tipu daya terbesar adalah ketika Iblis berhasil mengidentifikasi keinginan Adam dan Hawa untuk kekal di surga. Demikian dikatakan oleh Ibnu Qoyyim. Keinginan…, itulah yang banyak menjadi pintu tipu daya setan. Seperti maklum, setan menggoda Anak Adam melalui aliran darah. Ia mencapai nafsu manusia dengan merasuk dan menanyainya, termasuk menanyai apa yang disukai dan apa yang tak disukai; apa yang diingini dan apa yang tak diingini. Anak Adam banyak terperdaya melalui pintu ini.</p>
<p>Setelah iblis berhasil mengendus keinginan moyang kita, ia menerapkan politik berikutnya. Apa itu? ia berkedok menjadi penasihat bagi keduanya. Tidak tanggung-tanggung, untuk meyakinkan Adam dan Hawa, ia harus bersumpah dengan nama Allah. Untaian kalimatnya pun dibuat simpatik, Waqaasamahumaa innii lakumaa la-minan-naasihiin (Dia bersumpah kepada keduanya, ‘Sesungguhnya saya termasuk orang yang memberi nasehat kepada kalian berdua….’).</p>
<p>Singkatnya, iblis menggunakan politik meyakinkan, membesarkan hati, dan memberikan solusi untuk sebuah tindakan membohongi, menipu, dan memperdaya. Untuk meyakinkan, ia tampil sebagai pemberi nasihat atau konsultan profesional, yang pendapatnya diklaim mewakili pendapat kebanyakan. Bahkan, untuk menipu Adam dan Hawa, Iblis perlu menjuluki pohon larangan dengan pohon kekekalan, seperti dalam firman Allah, “Setan berkata: ‘Wahai Adam, maukah kutunjukkan kepadamu pohon kekekalan (syajaratul khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa’?” (Thaha: 120).</p>
<p>Politik Iblis banyak ditiru pengikut-pengikutnya. Termasuk pengikutnya dari golongan manusia. Ada politik “penghalusan” semacam di atas. Kemungkaran banyak dijuluki dengan nama cantik. Judi dinamakan adu ketangkasan. Dahulu, judi bahkan dinamakan sumbangan dana sosial; pelacur dijuluki wanita idaman; riba disebut bunga; pengingkaran terhadap ayat dinamakan kontekstualisasi; penyelewengan Alquran diklaim membumikan Alquran; pembantaian penduduk sipil disebut penegakan demokrasi. Memerangi Islam disebut memerangi teroris, dan seterusnya.</p>
<p>(<strong> <a HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_131fgpv88kq" TARGET="_blank">Baca Selengkapnya</a></strong> )
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/22/mewaspadai-iblis-laknatullah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Khawarij, Sejarah &#38; Ajarannya</title>
		<link>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/20/khawarij-sejarah-ajarannya/</link>
		<comments>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/20/khawarij-sejarah-ajarannya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 14:49:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bachirahmad</dc:creator>
		
		<category>Aqidah</category>

		<guid isPermaLink="false">http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/20/khawarij-sejarah-ajarannya/</guid>
		<description><![CDATA[
Dalam sejarah perkembangan Islam sejak dahulu kala telah terjadi perpecahan yang merupakan satu perwujudan dari sabda Rasulullah : Akan terpecah umat ini menjadi 73 golongan semuanya di neraka kecuali satu,lalu ditanyakan: siapakah mereka itu wahai Rasulullah ? beliau jawab: mereka adalah jama`ah (HSR At Tirmidzy) dan juga satu bukti akan kebenaran risalah kenabian Rasulullah.
Khawarij merupakan satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a HREF="http://docs.google.com/MiscCommands?command=newdoc&amp;redirectToDocument=true&amp;hl=en" TARGET="_blank"><img SRC="http://bp1.blogger.com/_BddSM12Bn2E/R320GZWdm7I/AAAAAAAAAA0/fI4rve-PQ7Y/s400/Khawarij.jpg" WIDTH="236" HEIGHT="260" /></a></p>
<p>Dalam sejarah perkembangan Islam sejak dahulu kala telah terjadi perpecahan yang merupakan satu perwujudan dari sabda Rasulullah : <em>Akan terpecah umat ini menjadi 73 golongan semuanya di neraka kecuali satu,lalu ditanyakan: siapakah mereka itu wahai Rasulullah ? beliau jawab: mereka adalah jama`ah</em> (HSR At Tirmidzy) dan juga satu bukti akan kebenaran risalah kenabian Rasulullah.</p>
<p>Khawarij merupakan satu kelompok yang besar dari kelompok-kelompok sempalan yang menyimpang dari Islam dalam permasalahan aqidah dan mereka tergambarkan sebagai satu gerakan revolusi berdarah dalam sejarah Islam yang cukup banyak menyibukkan negeri-negeri Islam dalam tempo waktu yang lama untuk memadamkannya, kemudian merekapun sempat berhasil menebar kekuasaan politik mereka pada wilayah-wilayah yang luas dari negeri-negeri Islam di timur dan barat, khususnya di Oman, Hadromaut, Zanzibar (Tanzania) dan sekitarnya dari wilayah Afrika dan Maghrib Arab (Maroko, Aljazair, Tunis dan Libia) dan sampai sekarang mereka masih memiliki tsaqafah yang terwakii oleh sekte Al Ibadhiyah yang tersebar di wilayah-wilayah tersebut, sampai masih memiliki satu kesultanan yaitu kesultanan Oman.</p>
<p>Kemudian tidak diragukan kembali, bahwa sebagian pemikiran dan aqidah mereka -Khususnya Al Azaariqah yang berhubungan dengan pengkafiran pelaku kemaksiatan- sampai saat ini masih berkembang dan tampak jelas serta mereka masih memiliki pengikut yang menampakkan kekerasan dan kefanatikan mereka,sehingga membuat pembahasan tentang mereka ini menjadi penting dalam rangka menjelaskan pemikiran-pemikiran mereka yang menyimpang kepada umat dan menmyelamatkan mereka dari perangkap dan kesesatan kelompok ini, akan tetapi penting untuk diketahui bahwa hampir-hampir hilang semua referensi dari mereka kecuali referensi sekte Al Ibadhiyah,</p>
<p>( <a HREF="http://docs.google.com/MiscCommands?command=newdoc&amp;redirectToDocument=true&amp;hl=en" TARGET="_blank"><strong>Baca Selengkapnya</strong> </a>)
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/20/khawarij-sejarah-ajarannya/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jihad Umar Mukhtar</title>
		<link>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/18/jihad-umar-mukhtar/</link>
		<comments>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/18/jihad-umar-mukhtar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 14:07:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bachirahmad</dc:creator>
		
		<category>Mujahid</category>

		<guid isPermaLink="false">http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/18/jihad-umar-mukhtar/</guid>
		<description><![CDATA[
Dahulu Libya merupakan bagian dari  negara Islam yang berada pada naungan Khilafah Utsmaniyah, dan walinya saat itu Al Mahdi As Sanusi. Namun keadaan Daulah Utsmaniyah mulai melemah semenjak akhir-akhir abad 18 M, dikarenakan serangan dari Salibisme Barat dalam ambisinya untuk meruntuhkan Khilafah Islamiyah dan menguasai dunia Islam.
Dalam melaksanakan rencana ini Salibisme Barat bekerja sama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img HEIGHT="194" WIDTH="299" SRC="http://www.libya4ever.com/images/bj16093d.jpg" /></p>
<p>Dahulu Libya merupakan bagian dari  negara Islam yang berada pada naungan Khilafah Utsmaniyah, dan walinya saat itu Al Mahdi As Sanusi. Namun keadaan Daulah Utsmaniyah mulai melemah semenjak akhir-akhir abad 18 M, dikarenakan serangan dari Salibisme Barat dalam ambisinya untuk meruntuhkan Khilafah Islamiyah dan menguasai dunia Islam.</p>
<p>Dalam melaksanakan rencana ini Salibisme Barat bekerja sama dengan Masoni, hingga Palestina dapat dijajah dan dihadiahkan pada Yahudi bahkan membantunya dalam mendirikan pemukiman bagi bangsa Yahudi. Begitu juga halnya dengan Libya ( Tripolis Barat ) salah satu dunia Islam yang dijajah oleh penjajah Itali dengan persekongkolan jahat yang didalangi oleh Zionisme Metre Salim.</p>
<p>Armada Itali menyerbu pelabuhan di kota Ben Ghozi. Dengan kapal perangnya Itali menyerang kota tersebut dengan senjata-senjata berat, hingga memporak-porandakan penduduk, menghancurkan rumah-rumah dan mengubur nyawa yang tak terhitung jumlahnya. Dengan keadaan ini, mulailah penduduk Libya bangkit melawan penjajah, memanfaatkan sebagian persenjataan bekas tentara-tentara Utsmani dan menyerang Itali. Namun mereka para Mujahid sangat membutuhkan seorang komandan yang tangguh dan cerdas untuk menyatukan shof-shof mereka. Dan didapatilah seorang komandan dari mujahid yang agung, beliau adalah Umar Mukhtar.</p>
<p>Beliau adalah Umar Mukhtar bin Umar Al Manfy, seorang yang paling terkenal sebagai mujahid di Tripolis Barat dalam menentang penjajah Itali. Dilahirkan di Al Bathnan yaitu di Burqoh pada tahun 1862 M dari kedua orang tua yang saleh, ayah beliau meninggal saat pergi ke Hijaz dalam perjalanan Ibadah Haji.</p>
<p>Umar Mukhtar tumbuh dalam ketaatan dien, beliau hafal Al qur&#8217;an saat umurnya belum genap 13 tahun. Beliau juga mendalami Syari&#8217;ah Islamiyah sebagaimana mendalami siroh sohabat tentang kepahlawanan mereka di medan pertempuran. Sudah ma&#8217;ruf sepanjang hidup beliau dijalani dalam ketaqwaan kepada Allah, juga tentang Ghirohnya berperang demi Islam. Untuk itu beliau dipilih oleh Wali Libya sebagai Qodhi di daerah Qusyur.</p>
<p>Itali mengetahui rencana dan tujuan Umar Mukhtar dan jama&#8217;ahnya akan menuju Libya, maka mereka mengirim pasukan dengan persenjataan lengkap untuk menghalangi perjalanan beliau, maka terjadilah pertempuran yang sengit antara keduanya. Allah telah mentaqdirkan keselamatan pada Umar Mukhtar dan jama&#8217;ahnya hingga mampu membunuh tentara Italia dalam jumlah yang besar, tanpa menafikan beberapa syuhada&#8217; yang dipilih oleh Allah. Sampailah Umar Mukhtar dengan selamat di Libya.</p>
<p>Umar Mukhtar tahu bahwa suatu revolusi militer membutuhkan seorang komandan yang mempunyai perhatian besar untuk membangunnya. Pertama kali yang ditancapkan dalam dada mereka adalah iman yang mantap, sebagai penopang kekuatan dalam menghadapi penjajah. Maka sebagian besar dari komandan-komandan dan para mujahidin Libya sepakat memilih Umar Mukhtar untuk ditarbiyah secara Islami dan meniupkan dalam hatinya Ruhul Jihad, dibesarkan hatinya untuk berani mencapai syahid di jalan Allah, dan mendorong kepada para mujahiddin untuk menghancurkan tentara Itali tanpa mengharapkan sesuatu kecuali dari Ihda Husnayaini &#8221; An Nashru wa As Siyadah atau Al Mautu wa As Syahadah &#8220;.</p>
<p>Dalam strategi menghadapi pasukan Itali dengan memakai politik perang gerilya, karena untuk perang secara terbuka dari segi pasukan dan peralatan perang tak seimbang. Beliau memilih Jabal Akhdhor sebagai markaz, daerah ini sangat strategis bagi perjuangan gerilya mujahidin, melihat bnyaknya gunung-gunung dan hutan yang menyulitkan bagi tentara Itaali untuk sampai kesana.</p>
<p>Pasukan Itali sudah puluhan kali meencoba menggempur markaz mujahidin ini, namun setiap serangan mereka hanya menambah kerugian nyawa dan harta saja alias gagal. Kesempatan ini dimanfaatkan mujahidin untuk merebut senjata mereka dan membuka sasaran baru untuk menghancurkan tentara salib.</p>
<p>( <strong><a TARGET="_blank" HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dk422md_2170hnt77pfg">Baca Selengkapnya</a></strong> )
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/18/jihad-umar-mukhtar/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bacaan Al-Qur’an yang Tartil</title>
		<link>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/17/bacaan-al-qur%e2%80%99an-yang-tartil/</link>
		<comments>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/17/bacaan-al-qur%e2%80%99an-yang-tartil/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 03:08:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bachirahmad</dc:creator>
		
		<category>Rattil-Qur'an</category>

		<guid isPermaLink="false">http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/17/bacaan-al-qur%e2%80%99an-yang-tartil/</guid>
		<description><![CDATA[
Tartil adalah membaca perlahan-lahan dan tidak tergesa-gesa. Diantaranya, memperhatikan potongan ayat, permulaan dan kesempurnaan makna, sehingga seorang pembaca akan berpikir terhadap apa yang sedang ia baca. Allah Ta’ala berfirman, “Dan bacalah Al_Qur’an itu dengan perlahan-lahan.” (QS. Al-Muzammil: 4).
Ibnu Katsir berkata, “Bacalah dengan perlahan-lahan, karena hal itu akan membantu untuk memahami Al-Qur’an dan men-tadabburi-nya. Dengan cara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_129dnbd2dfb" TARGET="_blank"><img SRC="http://aboutmiracle.files.wordpress.com/2008/01/recite_qur_an.jpg" WIDTH="232" HEIGHT="265" /></a></p>
<p>Tartil adalah membaca perlahan-lahan dan tidak tergesa-gesa. Diantaranya, memperhatikan potongan ayat, permulaan dan kesempurnaan makna, sehingga seorang pembaca akan berpikir terhadap apa yang sedang ia baca. Allah Ta’ala berfirman, “Dan bacalah Al_Qur’an itu dengan perlahan-lahan.” (QS. Al-Muzammil: 4).</p>
<p>Ibnu Katsir berkata, “Bacalah dengan perlahan-lahan, karena hal itu akan membantu untuk memahami Al-Qur’an dan men-tadabburi-nya. Dengan cara seperti itulah Rasulullah membaca Al-Qur’an. Aisyah berkata, “Beliau membaca Al-Qur’an dengan tartil sehingga seolah-olah menjadi surat yang paling panjang.” Beliau senantiasa memutus-mutus bacaannya ayat demi ayat.</p>
<p>Tata cara membaca Al-Qur’an yang dinukil dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat menunjukkan pentingnya perlahan-lahan dalam membaca dan memperindah suara bacaan. Zaid bin Tsabit radiallahu ‘anhu pernah ditanya, “Bagaimana pendapatmu tentang bacaan Al-Qur’an dalam tujuh hari?” Ia menjawab, “Baik, dan jika saya membacanya dalam setengah bulan atau satu bulan lebih saya sukai, mengapa demikian?” Orang tadi bertanya, “Saya akan bertanya demikian itu.” Zaid berkata, “Agar saya dapat men-tadabbur-i dan berhenti dalam setiap bacaan.”</p>
<p>Ibnu Hajar berkata, “Sesungguhnya orang yang membaca dengan tartil dan mencermatinya, ibarat orang yang bershadaqah dengan satu permata yang sangat berharga, sedangkan orang yang membca dengan cepat ibarat bershadaqah beberapa permata, namun nilainya sama dengan satu permata. Boleh jadi, satu nilai lebih banyak daripada beberapa nilai atau sebaliknya.”</p>
<p>(<strong><a HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_129dnbd2dfb" TARGET="_blank"> Baca Selengkapnya </a></strong>)
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/17/bacaan-al-qur%e2%80%99an-yang-tartil/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>أخطاء المرأة المتعلقة بالعقيدة</title>
		<link>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/15/%d8%a3%d8%ae%d8%b7%d8%a7%d8%a1-%d8%a7%d9%84%d9%85%d8%b1%d8%a3%d8%a9-%d8%a7%d9%84%d9%85%d8%aa%d8%b9%d9%84%d9%82%d8%a9-%d8%a8%d8%a7%d9%84%d8%b9%d9%82%d9%8a%d8%af%d8%a9/</link>
		<comments>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/15/%d8%a3%d8%ae%d8%b7%d8%a7%d8%a1-%d8%a7%d9%84%d9%85%d8%b1%d8%a3%d8%a9-%d8%a7%d9%84%d9%85%d8%aa%d8%b9%d9%84%d9%82%d8%a9-%d8%a8%d8%a7%d9%84%d8%b9%d9%82%d9%8a%d8%af%d8%a9/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 05:53:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bachirahmad</dc:creator>
		
		<category>Kitab Kuning</category>

		<guid isPermaLink="false">http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/15/%d8%a3%d8%ae%d8%b7%d8%a7%d8%a1-%d8%a7%d9%84%d9%85%d8%b1%d8%a3%d8%a9-%d8%a7%d9%84%d9%85%d8%aa%d8%b9%d9%84%d9%82%d8%a9-%d8%a8%d8%a7%d9%84%d8%b9%d9%82%d9%8a%d8%af%d8%a9/</guid>
		<description><![CDATA[
جاء في كتاب المناهي اللفظية للشيخ ابن عثيمين – رحمه الله – أنه قال:
يقول بعض الناس: إن قضية العقيدة ليست مهمة ، والمفروض ألا يركز عليها عند الدعوة، لأن العقيدة مستقرة في القلوب وتابعة؟
والجواب علي ذلك: أننا لابد أن نعلم أنه من المعلوم أن العقيدة هي الأساس وأنه لابد أن تصحح العقيدة قبل كل شيء.
وقول [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a TARGET="_blank" HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_128gszcbhck"><img SRC="http://bachirahmad.myminaret.com/files/2008/07/kitab.JPG" WIDTH="250" HEIGHT="226" /></a></p>
<p>جاء في كتاب المناهي اللفظية للشيخ ابن عثيمين – رحمه الله – أنه قال:<br />
يقول بعض الناس: إن قضية العقيدة ليست مهمة ، والمفروض ألا يركز عليها عند الدعوة، لأن العقيدة مستقرة في القلوب وتابعة؟<br />
والجواب علي ذلك: أننا لابد أن نعلم أنه من المعلوم أن العقيدة هي الأساس وأنه لابد أن تصحح العقيدة قبل كل شيء.<br />
وقول السائل إن العقيدة تابعة، فقول هذا خطأ، بل العقيدة متبوعة، وهي الأصل ولا عمل لمن لا عقيدة له . أهـ بتصرف.<br />
فرحمه الله علي الشيخ حيث قال: إن العقيدة هي الأساس وأنه لابد أن تصحح العقيدة قبل كل شيء ، وتجد مصداق هذا الكلام أن ما من نبي إلا بدأ دعوته بالتوحيد وإفراد العبادة لله كما قال تعالي:<br />
{ وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ}             ( سورة الأنبياء: 25)<br />
وقال تعالي:<br />
{ وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُواْ اللّهَ وَاجْتَنِبُواْ الطَّاغُوتَ }              ( سورة النحل: 36)<br />
وقد بدأ رسول الله  دعوته بالتوحيد فكان يدعو قريشاً ويقول لهم&#8221; قولوا لا إله إلا الله تفلحوا&#8221;<br />
فمن وحد الله فهو في أمان يوم الفزع  الأكبر كما قال تعالي:<br />
{ الَّذِينَ آمَنُواْ وَلَمْ يَلْبِسُواْ إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُوْلَـئِكَ لَهُمُ الأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ }                     ( سورة الأنعام: 82)<br />
ومن أتي بالتوحيد الخالص فإن الله يحرم عليه النار يوم القيامة .<br />
فقد أخرج البخاري ومسلم من حديث عتبان أن النبي   قال :<br />
&#8221; فإن الله حرم علي النار من قال لا إله إلا الله ، يبتغي بذلك وجه الله &#8220;<br />
ـ بل من حقق التوحيد فلم يرض الله له جزاء إلا الجنة<br />
فقد أخرج البخاري ومسلم عن عبادة بن الصامت قال : قال رسول الله  :<br />
&#8220;من شهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأن محمداً عبده ورسوله وأن عيسي عبد الله ورسوله، وكلمته ألقاها إلي مريم وروح منه والجنة حق والنار حق، أدخله الله الجنة علي ما كان من العمل&#8221;</p>
<p>( <strong><a HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_128gszcbhck" TARGET="_blank">Baca Selengkapnya</a></strong><strong><a TARGET="_blank" HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_128gszcbhck"> </a></strong>)
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/15/%d8%a3%d8%ae%d8%b7%d8%a7%d8%a1-%d8%a7%d9%84%d9%85%d8%b1%d8%a3%d8%a9-%d8%a7%d9%84%d9%85%d8%aa%d8%b9%d9%84%d9%82%d8%a9-%d8%a8%d8%a7%d9%84%d8%b9%d9%82%d9%8a%d8%af%d8%a9/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Peringatan Isro’ Mi’roj adalah Bid’ah</title>
		<link>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/15/peringatan-isro%e2%80%99-mi%e2%80%99roj-adalah-bid%e2%80%99ah/</link>
		<comments>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/15/peringatan-isro%e2%80%99-mi%e2%80%99roj-adalah-bid%e2%80%99ah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 04:54:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bachirahmad</dc:creator>
		
		<category>Syari'ah</category>

		<guid isPermaLink="false">http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/15/peringatan-isro%e2%80%99-mi%e2%80%99roj-adalah-bid%e2%80%99ah/</guid>
		<description><![CDATA[
Bulan Rajab merupakan salah satu diantara ‘Asyhur Haram, (bulan Haram). Sebagian Ulama memandang sebab penamaan tersebut adalah karena kemuliaan bulan-bulan tersebut dan besarnya pahala atau dosa bagi yang melakukan kebaikan atau kemungkaran padanya.
Namun demikian tidak ada dalil yang shahih menunjukkan disyariatkan mengkhususkan bulan Rajab dengan ibadah-ibadah tertentu baik itu shalat, puasa, sedekah, shalawat dan lain-lain. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a TARGET="_blank" HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_127cw3khm87"><img HEIGHT="140" WIDTH="330" SRC="http://www.abdel-halim.org/_borders/basmalah.jpg" /></a></p>
<p>Bulan Rajab merupakan salah satu diantara ‘Asyhur Haram, (bulan Haram). Sebagian Ulama memandang sebab penamaan tersebut adalah karena kemuliaan bulan-bulan tersebut dan besarnya pahala atau dosa bagi yang melakukan kebaikan atau kemungkaran padanya.</p>
<p>Namun demikian tidak ada dalil yang shahih menunjukkan disyariatkan mengkhususkan bulan Rajab dengan ibadah-ibadah tertentu baik itu shalat, puasa, sedekah, shalawat dan lain-lain. Hal ini telah dijelaskan oleh para ulama kita diantaranya Imam Ibnu Rajab dalam kitab beliau “ Lathoif Al Maarif” Kalau kita memperhatikan keadaan ummat di zaman ini maka kita dapatkan banyak sekali model ibadah dan kegiatan yang dilaksanakan dalam bulan Rajab ini, salah satu diantaranya adalah perayaan atau peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad . Bagaimana sebenarnya hukum mengadakan kegiatan-kegiatan tersebut? Berikut ini kami kutipkan fatwa dari seorang ulama kita diabad ini yaitu Samahatus Syaikh Abd. Aziz bin Abd Bin Bazz –rahimahullahu-.</p>
<p>( <strong><a TARGET="_blank" HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_127cw3khm87">Baca Selengkapnya</a></strong> )
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/15/peringatan-isro%e2%80%99-mi%e2%80%99roj-adalah-bid%e2%80%99ah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>فتـاوى في التّوحيد</title>
		<link>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/11/%d9%81%d8%aa%d9%80%d8%a7%d9%88%d9%89-%d9%81%d9%8a-%d8%a7%d9%84%d8%aa%d9%91%d9%88%d8%ad%d9%8a%d8%af/</link>
		<comments>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/11/%d9%81%d8%aa%d9%80%d8%a7%d9%88%d9%89-%d9%81%d9%8a-%d8%a7%d9%84%d8%aa%d9%91%d9%88%d8%ad%d9%8a%d8%af/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 10:10:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bachirahmad</dc:creator>
		
		<category>Kitab Kuning</category>

		<guid isPermaLink="false">http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/11/%d9%81%d8%aa%d9%80%d8%a7%d9%88%d9%89-%d9%81%d9%8a-%d8%a7%d9%84%d8%aa%d9%91%d9%88%d8%ad%d9%8a%d8%af/</guid>
		<description><![CDATA[
فقد كنت كتبت هذه المسائل المتعلقة بالتوحيد والعقيدة قبل أربع سنوات، وذلك بناء على رغبة الأخ: حمد بن إبراهيم الحريقي -وفقه الله- وقد التزمت ألا أخرج فيها عما أعرفه من
معتقد أهل السنة والجماعة، والذي يدل عليه الكتاب والسنة وإجماع سلف الأمة وأئمتها، والذي تلقيته عن مشايخنا من تلامذة أئمة الدعوة، فما كان فيه من صواب [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_126gks3knp6" TARGET="_blank"><img SRC="http://aycu21.webshots.com/image/27260/2006164067499484279_rs.jpg" WIDTH="430" HEIGHT="108" /></a></p>
<p>فقد كنت كتبت هذه المسائل المتعلقة بالتوحيد والعقيدة قبل أربع سنوات، وذلك بناء على رغبة الأخ: حمد بن إبراهيم الحريقي -وفقه الله- وقد التزمت ألا أخرج فيها عما أعرفه من<br />
معتقد أهل السنة والجماعة، والذي يدل عليه الكتاب والسنة وإجماع سلف الأمة وأئمتها، والذي تلقيته عن مشايخنا من تلامذة أئمة الدعوة، فما كان فيه من صواب فهو من الله -تعالى- وهو الموفق له، وله الفضل والمنة، وما كان فيه من خطأ فمني ومن جهلي ونقصي، وعلى من عرف الخطأ فيه أن ينبهني، والرجوع إلى الحق خير من التمادي في الباطل، نسأل الله أن يمن علينا بالهداية والتوفيق لأقوم طريق، وصلى الله على محمد وآله وصحبه وسلم.</p>
<p>فهذه مجموعة أسئلة كنت قد كتبتها ثم عرضتها على صاحب الفضيلة الشيخ عبد الله بن عبد الرحمن الجبرين -حفظه الله- وذلك عام 1412هـ، وكانت النسخة الأصل لدي، حيث إنني قد عزمت على إخراج مجموع فتاوى للشيخ عبد الله بعد أن أخذت الموافقة منه شفهيا، ثم صدر المجموع من ترتيب أخي علي أبو لوز وبعد تلك الشهور العديدة رأيت أن أخرجها بجزء مستقل؛ خشية الإثم من كتم العلم وعدم إخراجه للناس، فكان هذا الكتاب الذي يحوي مجموعة من الفتاوى الخاصة بالتوحيد، أسأل الله -جل وعلا- أن ينفع بها.</p>
<p>(<strong><a TARGET="_blank" HREF="http://docs.google.com/Doc?id=dgt8qbks_126gks3knp6"> Baca Selengkapnya</a></strong> )
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/11/%d9%81%d8%aa%d9%80%d8%a7%d9%88%d9%89-%d9%81%d9%8a-%d8%a7%d9%84%d8%aa%d9%91%d9%88%d8%ad%d9%8a%d8%af/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Meraih Kejayaan Islam</title>
		<link>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/11/meraih-kejayaan-islam/</link>
		<comments>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/11/meraih-kejayaan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 09:46:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bachirahmad</dc:creator>
		
		<category>Taushiyah</category>

		<guid isPermaLink="false">http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/11/meraih-kejayaan-islam/</guid>
		<description><![CDATA[

Sekiranya ummat kita ini, baik perindividu maupun kelompok, baik penguasa maupun rakyatnya, mau untuk mentadab buri (merenungkan) Kitâbullah, lalu mengimplementasikan hukumhukum dan hikmahnya, niscaya mereka akan dapat memperoleh sebab-sebab kemenangan atas musuh-musuh  mereka, dan niscaya mereka akan mengetahui sunnatullâh (ketentuan Allôh) atas makhluk-Nya, yang tidak pernah berubah-ubah dan berganti-ganti, seiring dengan perubahan zaman dan perputaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a TARGET="_blank" HREF="http://docs.google.com/gb?export=download&amp;id=F.3ce1333f-52ff-4b31-87e8-f65f6bd4fb2d"><img HEIGHT="276" WIDTH="228" SRC="http://abu.salma.web.id/wp-content/uploads/2007/11/kejayaan-islam.thumbnail.gif" /><br />
</a></p>
<p>Sekiranya ummat kita ini, baik perindividu maupun kelompok, baik penguasa maupun rakyatnya, mau untuk mentadab buri (merenungkan) Kitâbullah, lalu mengimplementasikan hukumhukum dan hikmahnya, niscaya mereka akan dapat memperoleh sebab-sebab kemenangan atas musuh-musuh  mereka, dan niscaya mereka akan mengetahui sunnatullâh (ketentuan Allôh) atas makhluk-Nya, yang tidak pernah berubah-ubah dan berganti-ganti, seiring dengan perubahan zaman dan perputaran waktu.</p>
<p>Nabî Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam bersabda :<br />
“Apabila kalian sibuk dengan sistem jual beli ’înah, dan kalian berpegang dengan ekor-ekor sapi (sibuk dengan beternak) serta kalian terlena dengan bercocok tanam, lalu kalian tinggalkan jihâd fî sabîlillâh, niscaya Allôh timpakan kehinaan kepada kalian, yang Allôh tidak akan mengangkat kehinaan itu sampai kalian mau kembali kepada agama kalian.“</p>
<p>Hadîts yang shahîh ini telah menjadi suatu realita yang menimpa ummat kita hari ini!? Dan hal ini merupakan salah satu tanda tanda (mukjizat) kenabian nabi kita Muhammad Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam, yang mana beliau telah menjelaskan penyakit-penyakit kita (umat Islâm) sekaligus menerangkan keadaan kita. Di dalam hadîts ini, Nabî yang mulia menyebut kan sejumlah penyakit yang tampak pada ummat Islâm, yang mana hal ini merupakan sebab kehinaan dan kemunduran umat ini. ’Inah merupakan sistem jual beli ribawi yang di dalamnya terkandung unsur tipu muslihat terhadap syariat Allôh.</p>
<p>Sesungguhnya, perubahan istilah/sebutan dan nama merupakan salah satu contoh/bentuk tipu muslihat terhadap syariat Allôh. Mereka menyebut riba dengan “faidah“ (profit/bunga), khomr dengan “minuman rohani“, judi dengan “undian<br />
keberuntungan“, zina, ikhtilâth (bercampur baurnya) antara pria dan wanita dan dansa-dansi mereka dengan sebutan<br />
“keindahan seni dan budaya“, dan selainnya. Rasūlullâh Shallâllâhuu ’alaihi wa Sallam melaknat orang-orang<br />
Yahūdi oleh karena mereka adalah kaum yang pertama kali membuat ajaran tipu muslihat terhadap syariat Allôh.</p>
<p>( <strong><a TARGET="_blank" HREF="http://docs.google.com/gb?export=download&amp;id=F.3ce1333f-52ff-4b31-87e8-f65f6bd4fb2d">Baca Selengkapnya</a></strong> )
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bachirahmad.myminaret.com/2008/07/11/meraih-kejayaan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
