2
August
2008

Pokok-pokok Sunnah menurut Imam Ahmad0

Akhir-akhir ini karena gencarnya dakwah yang dilakukan oleh Ahlul bi’dah dan makar yang dilakukan oleh orang-orang yang memusuhi Islam mengakibatkan umat Islam banyak yang tidak mengetahui pokok-pokok agama mereka. Oleh sebab itu kami merasa terpanggil untuk menjelaskan aqidah Islam (Ahlus Sunnah wal Jama’ah) kepada masyarakat luas agar mereka bisa mempelajari dan mengamalkannya.

Sesungguhnya Allah Ta’ala telah mengutus rasul Nya Muhammad SAW dengan petunjuk dari agama yang benar sebagai rahmat bagi seluruh alam, tauladan bagi orang yang beramal shalih dan hujjah bagi seluruh manusia. Beliau telah menjelaskan dengan petunjuk dan agama yang benar, serta dengan apa yang telah turun kepadanya yakni Al Qur’an dan hikmah (Sunnah) semua perkara yang mengandung kebaikan bagi ummat manusia dan dapat membuat mereka istiqamah dalam masalah agama ataupun dunia, yaitu penjelasan tentang masalah aqidah yang benar dan amalan-amalan yang baik, akhlak yang utama dan adab yang tinggi.

Rasulullah Shalallahu ’alaihi wasallam meninggalkan umatnya diatas jalan yang putih, malamnya seperti siangnya tidak ada yang menyeleweng dari jalan tersebut kecuali orang yang binasa. Berjalanlah umat yang mentaati Allah dan Rasul Nya diatas manhaj tersebut, mereka adalah makhluk yang terbaik, mereka itu adalah para sahabat dan tabiin serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, menjalankan syariat Allah, berpegang teguh dengan Sunnah Rasulullah, menggigitmya dengan gigi geraham mereka, sehingga mereka menjadi kelompok yang terus mendapatkan kemenangan, tidak terganggu oleh orang yang menyakiti atau menyelisihi mereka, hingga datangnya urusan Allah mereka tetap dalam keadaan demikian.

Alhamdulillah, kami mendapatkan satu kitab, walaupun kecil bentuknya namun mengandung ilmu yang sangat besar dan bermanfaat bagi kaum muslimin di dunia dan akhirat. Buku karya Imam Ahlus Sunnah Ahmad bin Hanbal ini berisi pokok-pokok Aqidah Ahlus Sunnah yang sudah banyak dilupakan oleh kaum muslimin.

Akhirnya mudah-mudahan ini merupakan sumbangsih kami dalam menyebarkan Dakwah Salafiyah Ahlus Sunnah wal jama’ah, dan mudah-mudahan Allah menjadikannya bermanfaat bagi segenap pembaca khususnya dan kaum muslimin pada umumnya. Amin.

( Baca Selengkapnya )

29
July
2008

Pemetaan Madzhab-madzhab dalam Islam0


“Dan seandainya Robbimu mau, niscaya Dia jadikan manusia itu umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih, kecuali yang dirahmati Robbimu.” (QS. Hud: 118-119).
Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Allah mengabarkan bahwa Dia mampu menjadikan manusia seluruhnya satu umat, baik dalam keimanan atau kekufuran, sebagaimana firmanNya yang lain, ‘Seandainya Robbimu kehendaki niscaya berimanlahlah semua manusia di bumi.’ Lalu firmanNya ‘tetapi mereka senantiasa berselisih, kecuali yang dirahmati Robbimu’ artinya perbedaan akan senantiasa terjadi antara manusia, baik tentang agama, keyakinan, millah, madzhab, dan pendapat-pendapat mereka. Berkata Ikrimah, ‘Mereka berbeda dalam petunjuk’.

Pada mulanya Islam hanyalah satu, yaitu yang dicontohkan dan diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lalu dilanjutkan oleh orang-orang beriman setelahnya yakni para sahabat Ridhwanullah ‘Alaihim Ajma’in. Kelak, jalan inilah yang ditempuh oleh Ahlus Sunnah wal Jamaah. Adapun jalan yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para sahabatnya adalah jalan syetan yang dilakukan para ahli bid’ah yang sesat, yang akan memecah belah umat Islam, sebagaimana yang digambarkan oleh Al Qur’an dan Al Hadits.

Allah Ta’ala berfirman:
“Dan sesungguhnya inilah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), yang akan memecahbelahkan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa.” (QS. Al An’am: 153)

( Baca Selengkapnya )

24
July
2008

Mengenal Kenikmatan Surga0

Surga itu adalah tempat kenikmatan yang kekal sempurna yang tidak ada didalamnya kekurangan sama sekali. Ia disediakan Allah SWT bagi mereka yang mentaati Perintah-Nya dan tidak mengingkari Kebenaran yang dibawa Rasul-Rasul-Nya, yakni orang-orang yang beramal shaleh semasa hidup didunia.

Ketahuilah wahai saudaraku-semoga Allah memberi taufiq kepada kita untuk menaati-Nya-bahwa surga adalah tempat orang-orang yang bertaqwa, tempat orang-orang yang dikaruniai nikmat dari Allah Ta’ala, dari kalangan para Nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang yang shaleh. Surga, adalah tempat yang tamannya berisi sungai-sungai yang mengalir di bawahnya. Dia adalah tempat yang tersusun dari bata-bata dan perak istananya. Misik yang terbaik tanahnya, pasirnya intan dan mutiara, Za’faran debunya dan mutiara yang dijalin kemah-kemahnya.

Di dalamnya terdapat hamba yang diberi karunia, yaitu orang-orang yang makan, tapi tidak mengeluarkan ingus dan tidak buang air, bahkan keringat yang mengalirpun memiliki aroma minyak kesturi/misik. Mereka yang bertaqwa bertempat tinggal dan tidak berpindah, hidup tidak mati. Wajah-wajah mereka cerah, tertawa lagi berseri. Di dalamnya diangkatlah hijab, hingga orang-orang akan melihat wajah Allah Ta’ala. Itu semua telah dikabarkan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dan dalam Al-Qur’an Al-Kariim.

Tidak ada kenikmatan di dunia yang dapat menandingi kenikmatan yang disediakan Allah SWT didalamnya. Sebagaimana diriwayatkan di dalam hadits Qudsi oleh Imam Al Bukhari dari Abu Hurairah RA : Rasulullah SAW bersabda “Aku sediakan bagi hamba-hamba-Ku yang shaleh segala sesuatu yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia”

( Baca Selengkapnya )

24
July
2008

Kemuliaan Ahlul Hadits0

Sesungguhnya manusia yang paling mulia dan tinggi kedudukannya di dalam menjalankan, mengikuti, mencintai, memberikan loyalitas dan pertolongan pada al haq (kebenaran) yang dibawa oleh Muhammad shallallahu’alaihi wasallam adalah para shahabat beliau yang mulia, generasi tabi’in, atba’ut tabi’in dan orang-orang yang mengikuti jalan dan petunjuk mereka sampai akhir zaman.

Sesungguhnya siapapun yang mengetahui atau mempelajari keadaan kaum muslimin terdahulu, yang mereka secara umum menisbatkan dirinya sebagai umat Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam, akan menemukan bahwa sesungguhnya ahlul hadits adalah orang-orang yang paling tinggi di dalam mengikuti, mentaati dan menyandarkan seluruh amalan mereka sesuai petunjuk yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam yang berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah, baik dalam permasalahan aqidah, ibadah, mu’amalah, dakwah dan hujjah.

Golongan ahlul hadits adalah orang-orang yang paling tinggi kepercayaannya dalam meyakini manhaj (jalan) yang haq, yaitu manhaj yang dibawa secara sempurna oleh Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam, dan itu adalah jalan yang selamat dan lurus. Selain jalan tersebut, merupakan jalan yang tidak disyari’atkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan tidak Diridhoi oleh-Nya, yang dapat menghantarkan kita kepada kebinasaan dan adzab.

( Baca Selengkapnya )

22
July
2008

Mewaspadai Iblis Laknatullah0

Adam dan Hawa tinggal di surga. Iblis iri dibuatnya. Ia menyimpan dendam kesumat terhadap keduanya. Iblis pun berjanji akan mendongkel mereka dari surga. Tidak hanya itu, Iblis juga berjanji menggelincirkan anak cucu Adam sampai kiamat. Demi ambisinya, Iblis bahkan meminta dispensasi kepada Allah untuk bisa hidup sampai akhir zaman. Ia pun mencari celah untuk menggoda Adam dan Hawa. Celah itu akhirnya ia temukan. Iblis membujuk keduanya agar mendekati pohon larangan. Pohon yang Allah melarang keduanya untuk mendekati dan memakan buahnya. Keduanya tertipu, mereka mendekati dan memakan buahnya. Iblis tertawa terbahak. Akhirnya, mereka semua dikeluarkan dari surga.

Pintu tipu daya terbesar adalah ketika Iblis berhasil mengidentifikasi keinginan Adam dan Hawa untuk kekal di surga. Demikian dikatakan oleh Ibnu Qoyyim. Keinginan…, itulah yang banyak menjadi pintu tipu daya setan. Seperti maklum, setan menggoda Anak Adam melalui aliran darah. Ia mencapai nafsu manusia dengan merasuk dan menanyainya, termasuk menanyai apa yang disukai dan apa yang tak disukai; apa yang diingini dan apa yang tak diingini. Anak Adam banyak terperdaya melalui pintu ini.

Setelah iblis berhasil mengendus keinginan moyang kita, ia menerapkan politik berikutnya. Apa itu? ia berkedok menjadi penasihat bagi keduanya. Tidak tanggung-tanggung, untuk meyakinkan Adam dan Hawa, ia harus bersumpah dengan nama Allah. Untaian kalimatnya pun dibuat simpatik, Waqaasamahumaa innii lakumaa la-minan-naasihiin (Dia bersumpah kepada keduanya, ‘Sesungguhnya saya termasuk orang yang memberi nasehat kepada kalian berdua….’).

Singkatnya, iblis menggunakan politik meyakinkan, membesarkan hati, dan memberikan solusi untuk sebuah tindakan membohongi, menipu, dan memperdaya. Untuk meyakinkan, ia tampil sebagai pemberi nasihat atau konsultan profesional, yang pendapatnya diklaim mewakili pendapat kebanyakan. Bahkan, untuk menipu Adam dan Hawa, Iblis perlu menjuluki pohon larangan dengan pohon kekekalan, seperti dalam firman Allah, “Setan berkata: ‘Wahai Adam, maukah kutunjukkan kepadamu pohon kekekalan (syajaratul khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa’?” (Thaha: 120).

Politik Iblis banyak ditiru pengikut-pengikutnya. Termasuk pengikutnya dari golongan manusia. Ada politik “penghalusan” semacam di atas. Kemungkaran banyak dijuluki dengan nama cantik. Judi dinamakan adu ketangkasan. Dahulu, judi bahkan dinamakan sumbangan dana sosial; pelacur dijuluki wanita idaman; riba disebut bunga; pengingkaran terhadap ayat dinamakan kontekstualisasi; penyelewengan Alquran diklaim membumikan Alquran; pembantaian penduduk sipil disebut penegakan demokrasi. Memerangi Islam disebut memerangi teroris, dan seterusnya.

( Baca Selengkapnya )