17
August
2008

Waspadai Aliran Sesat0

Al-Qiyadah al Islamiyah, aliran yang divonis sesat oleh MUI berganti nama menjadi Wahdatul Ummah. Wahdatul Ummah sebuah organisasi dakwah dan sosial keagamaan yang bernaung di bawah ormas Front Persatuan Nasional (FPN). Demikian dikatakan Ketua Umum FPN, K.H Agus Miftah kepada Hidayatullah.com lewat sambungan telepon, Senin (3/12) pagi tadi.

Peresmian dan pelantikan pengurus Wahdatul Ummah rencananya akan dilangsungkan pada 10 Desember 2007, di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Ahmad Mushaddeq, mantan pimpinan Al-Qiyadah rencananya akan dilantik sebagai ketua umum WU. “Tapi karena Ahmad Mushaddeq masih ditahan di Mabes Polri, pelantikan akan dilakukan secara in absentia. Dia akan diwakilkan oleh wakilnya, Ahmad Mudzakkir, “ ujar Agus yang turut mendampingi acara “pertaubatan” Mushaddeq di Mabes Polri awal bulan lalu.

Saat ditanya alasannya menampung para eks Al-Qiyadah, Agus mengaku menyayangkan potensi mereka. Sejak ditahannya Mushaddeq, para pengikut Al-Qiyadah dibina di Pengajian Tauhid Wahdatul Ummah, yang dipimpin oleh Agus Miftah sendiri. Menurut Agus, di pengajian ini para eks Al-Qiyadah diberikan materi untuk kembali ke pemahaman Islam yang main stream.

Soal apakah mereka benar-benar taubat dari pemahaman yang lama, Agus mengaku tidak berhak menjawabnya. Namun demikian, seorang pengikut Al-Qiyadah bernama Sopyan mengaku tidak bergeser sedikitpun dari keyakinannya yang meyakini Mushaddeq sebagai nabi baru.

( Baca Selengkapnya )

2
August
2008

Pokok-pokok Sunnah menurut Imam Ahmad0

Akhir-akhir ini karena gencarnya dakwah yang dilakukan oleh Ahlul bi’dah dan makar yang dilakukan oleh orang-orang yang memusuhi Islam mengakibatkan umat Islam banyak yang tidak mengetahui pokok-pokok agama mereka. Oleh sebab itu kami merasa terpanggil untuk menjelaskan aqidah Islam (Ahlus Sunnah wal Jama’ah) kepada masyarakat luas agar mereka bisa mempelajari dan mengamalkannya.

Sesungguhnya Allah Ta’ala telah mengutus rasul Nya Muhammad SAW dengan petunjuk dari agama yang benar sebagai rahmat bagi seluruh alam, tauladan bagi orang yang beramal shalih dan hujjah bagi seluruh manusia. Beliau telah menjelaskan dengan petunjuk dan agama yang benar, serta dengan apa yang telah turun kepadanya yakni Al Qur’an dan hikmah (Sunnah) semua perkara yang mengandung kebaikan bagi ummat manusia dan dapat membuat mereka istiqamah dalam masalah agama ataupun dunia, yaitu penjelasan tentang masalah aqidah yang benar dan amalan-amalan yang baik, akhlak yang utama dan adab yang tinggi.

Rasulullah Shalallahu ’alaihi wasallam meninggalkan umatnya diatas jalan yang putih, malamnya seperti siangnya tidak ada yang menyeleweng dari jalan tersebut kecuali orang yang binasa. Berjalanlah umat yang mentaati Allah dan Rasul Nya diatas manhaj tersebut, mereka adalah makhluk yang terbaik, mereka itu adalah para sahabat dan tabiin serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, menjalankan syariat Allah, berpegang teguh dengan Sunnah Rasulullah, menggigitmya dengan gigi geraham mereka, sehingga mereka menjadi kelompok yang terus mendapatkan kemenangan, tidak terganggu oleh orang yang menyakiti atau menyelisihi mereka, hingga datangnya urusan Allah mereka tetap dalam keadaan demikian.

Alhamdulillah, kami mendapatkan satu kitab, walaupun kecil bentuknya namun mengandung ilmu yang sangat besar dan bermanfaat bagi kaum muslimin di dunia dan akhirat. Buku karya Imam Ahlus Sunnah Ahmad bin Hanbal ini berisi pokok-pokok Aqidah Ahlus Sunnah yang sudah banyak dilupakan oleh kaum muslimin.

Akhirnya mudah-mudahan ini merupakan sumbangsih kami dalam menyebarkan Dakwah Salafiyah Ahlus Sunnah wal jama’ah, dan mudah-mudahan Allah menjadikannya bermanfaat bagi segenap pembaca khususnya dan kaum muslimin pada umumnya. Amin.

( Baca Selengkapnya )

29
July
2008

Pemetaan Madzhab-madzhab dalam Islam0


“Dan seandainya Robbimu mau, niscaya Dia jadikan manusia itu umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih, kecuali yang dirahmati Robbimu.” (QS. Hud: 118-119).
Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Allah mengabarkan bahwa Dia mampu menjadikan manusia seluruhnya satu umat, baik dalam keimanan atau kekufuran, sebagaimana firmanNya yang lain, ‘Seandainya Robbimu kehendaki niscaya berimanlahlah semua manusia di bumi.’ Lalu firmanNya ‘tetapi mereka senantiasa berselisih, kecuali yang dirahmati Robbimu’ artinya perbedaan akan senantiasa terjadi antara manusia, baik tentang agama, keyakinan, millah, madzhab, dan pendapat-pendapat mereka. Berkata Ikrimah, ‘Mereka berbeda dalam petunjuk’.

Pada mulanya Islam hanyalah satu, yaitu yang dicontohkan dan diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lalu dilanjutkan oleh orang-orang beriman setelahnya yakni para sahabat Ridhwanullah ‘Alaihim Ajma’in. Kelak, jalan inilah yang ditempuh oleh Ahlus Sunnah wal Jamaah. Adapun jalan yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para sahabatnya adalah jalan syetan yang dilakukan para ahli bid’ah yang sesat, yang akan memecah belah umat Islam, sebagaimana yang digambarkan oleh Al Qur’an dan Al Hadits.

Allah Ta’ala berfirman:
“Dan sesungguhnya inilah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), yang akan memecahbelahkan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa.” (QS. Al An’am: 153)

( Baca Selengkapnya )

24
July
2008

Mengenal Kenikmatan Surga0

Surga itu adalah tempat kenikmatan yang kekal sempurna yang tidak ada didalamnya kekurangan sama sekali. Ia disediakan Allah SWT bagi mereka yang mentaati Perintah-Nya dan tidak mengingkari Kebenaran yang dibawa Rasul-Rasul-Nya, yakni orang-orang yang beramal shaleh semasa hidup didunia.

Ketahuilah wahai saudaraku-semoga Allah memberi taufiq kepada kita untuk menaati-Nya-bahwa surga adalah tempat orang-orang yang bertaqwa, tempat orang-orang yang dikaruniai nikmat dari Allah Ta’ala, dari kalangan para Nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang yang shaleh. Surga, adalah tempat yang tamannya berisi sungai-sungai yang mengalir di bawahnya. Dia adalah tempat yang tersusun dari bata-bata dan perak istananya. Misik yang terbaik tanahnya, pasirnya intan dan mutiara, Za’faran debunya dan mutiara yang dijalin kemah-kemahnya.

Di dalamnya terdapat hamba yang diberi karunia, yaitu orang-orang yang makan, tapi tidak mengeluarkan ingus dan tidak buang air, bahkan keringat yang mengalirpun memiliki aroma minyak kesturi/misik. Mereka yang bertaqwa bertempat tinggal dan tidak berpindah, hidup tidak mati. Wajah-wajah mereka cerah, tertawa lagi berseri. Di dalamnya diangkatlah hijab, hingga orang-orang akan melihat wajah Allah Ta’ala. Itu semua telah dikabarkan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dan dalam Al-Qur’an Al-Kariim.

Tidak ada kenikmatan di dunia yang dapat menandingi kenikmatan yang disediakan Allah SWT didalamnya. Sebagaimana diriwayatkan di dalam hadits Qudsi oleh Imam Al Bukhari dari Abu Hurairah RA : Rasulullah SAW bersabda “Aku sediakan bagi hamba-hamba-Ku yang shaleh segala sesuatu yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia”

( Baca Selengkapnya )

24
July
2008

Kemuliaan Ahlul Hadits0

Sesungguhnya manusia yang paling mulia dan tinggi kedudukannya di dalam menjalankan, mengikuti, mencintai, memberikan loyalitas dan pertolongan pada al haq (kebenaran) yang dibawa oleh Muhammad shallallahu’alaihi wasallam adalah para shahabat beliau yang mulia, generasi tabi’in, atba’ut tabi’in dan orang-orang yang mengikuti jalan dan petunjuk mereka sampai akhir zaman.

Sesungguhnya siapapun yang mengetahui atau mempelajari keadaan kaum muslimin terdahulu, yang mereka secara umum menisbatkan dirinya sebagai umat Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam, akan menemukan bahwa sesungguhnya ahlul hadits adalah orang-orang yang paling tinggi di dalam mengikuti, mentaati dan menyandarkan seluruh amalan mereka sesuai petunjuk yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam yang berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah, baik dalam permasalahan aqidah, ibadah, mu’amalah, dakwah dan hujjah.

Golongan ahlul hadits adalah orang-orang yang paling tinggi kepercayaannya dalam meyakini manhaj (jalan) yang haq, yaitu manhaj yang dibawa secara sempurna oleh Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam, dan itu adalah jalan yang selamat dan lurus. Selain jalan tersebut, merupakan jalan yang tidak disyari’atkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan tidak Diridhoi oleh-Nya, yang dapat menghantarkan kita kepada kebinasaan dan adzab.

( Baca Selengkapnya )