28
July
2008

Belajar dari Ibunda seluruh Mukminin

Sejarah Islam sangat didominasi oleh perjalan hidup para pelakunya, terutama Muhammad Rasulullah saw. Kita mengenal banyak sosok pahlawan Islam di dalam diri sahabat-sahabat Rasulullah saw. Mereka itu tak hanya dari kalangan laki-laki, tapi juga banyak sahabat wanita. Namun sayangnya banyak buku yang sudah ditulis tentang para pelaku sejarah permulaan Islam, tak banyak menampilkan tokoh wanita shahabiyah, seperti para isteri Rasulullah saw. saja. Padahal peran para sahabat wanita itu tidak kalah besar dibanding sahabat laki-laki.

Para isteri dikenal sebagai pemimpin rumah tangga yang sukses, da’i penyebar agama Islam, pengusaha sukses, bahkan anggota pasukan perang yang gigih membela Rasulullah SAW dengan darah dan nyawanya.

Ketika rombongan keluarga Nabi SAW dan Abu Bakar Ash-Shiddiq ra. sampai di Madinah, Rasulullah SAW sedang membangun masjid dan ruangan-ruangan di sekeliling masjid itu. Lalu Nabi SAW menempatkan mereka di sebuah rumah milik Haritsah bin Nu’man ra. Rasulullah SAW menyempurnakan pernikahannya dengan ‘Aisyah ra di ruangan itu. Dan Rasulullah SAW pun dimakamkan di tempat yang sama. Haritsah bin Nu’man memiliki beberapa rumah di sekitar masjid Nabawi. Apabila Rasulullah SAW menikahi seseorang, maka Haritsah akan pindah dari rumahnya demi beliau, sehingga akhirnya semua rumahnya digunakan untuk Rasulullah SAW dan isteri-isteri beliau. Nabi SAW membuat pintu masuk ke masjid melalui pintu kamar ‘Aisyah. Diriwayatkan bahwa ketika beliau sedang beri’tikaf, beliau menjengukkan kepalanya dari masjid lewat pintu ‘Aisyah. lalu ‘Aisyah mencuci kepala beliau sementara dia sedang haid.

(  Baca Selengkapnya )

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.