18
July
2008

Jihad Umar Mukhtar

Dahulu Libya merupakan bagian dari negara Islam yang berada pada naungan Khilafah Utsmaniyah, dan walinya saat itu Al Mahdi As Sanusi. Namun keadaan Daulah Utsmaniyah mulai melemah semenjak akhir-akhir abad 18 M, dikarenakan serangan dari Salibisme Barat dalam ambisinya untuk meruntuhkan Khilafah Islamiyah dan menguasai dunia Islam.

Dalam melaksanakan rencana ini Salibisme Barat bekerja sama dengan Masoni, hingga Palestina dapat dijajah dan dihadiahkan pada Yahudi bahkan membantunya dalam mendirikan pemukiman bagi bangsa Yahudi. Begitu juga halnya dengan Libya ( Tripolis Barat ) salah satu dunia Islam yang dijajah oleh penjajah Itali dengan persekongkolan jahat yang didalangi oleh Zionisme Metre Salim.

Armada Itali menyerbu pelabuhan di kota Ben Ghozi. Dengan kapal perangnya Itali menyerang kota tersebut dengan senjata-senjata berat, hingga memporak-porandakan penduduk, menghancurkan rumah-rumah dan mengubur nyawa yang tak terhitung jumlahnya. Dengan keadaan ini, mulailah penduduk Libya bangkit melawan penjajah, memanfaatkan sebagian persenjataan bekas tentara-tentara Utsmani dan menyerang Itali. Namun mereka para Mujahid sangat membutuhkan seorang komandan yang tangguh dan cerdas untuk menyatukan shof-shof mereka. Dan didapatilah seorang komandan dari mujahid yang agung, beliau adalah Umar Mukhtar.

Beliau adalah Umar Mukhtar bin Umar Al Manfy, seorang yang paling terkenal sebagai mujahid di Tripolis Barat dalam menentang penjajah Itali. Dilahirkan di Al Bathnan yaitu di Burqoh pada tahun 1862 M dari kedua orang tua yang saleh, ayah beliau meninggal saat pergi ke Hijaz dalam perjalanan Ibadah Haji.

Umar Mukhtar tumbuh dalam ketaatan dien, beliau hafal Al qur’an saat umurnya belum genap 13 tahun. Beliau juga mendalami Syari’ah Islamiyah sebagaimana mendalami siroh sohabat tentang kepahlawanan mereka di medan pertempuran. Sudah ma’ruf sepanjang hidup beliau dijalani dalam ketaqwaan kepada Allah, juga tentang Ghirohnya berperang demi Islam. Untuk itu beliau dipilih oleh Wali Libya sebagai Qodhi di daerah Qusyur.

Itali mengetahui rencana dan tujuan Umar Mukhtar dan jama’ahnya akan menuju Libya, maka mereka mengirim pasukan dengan persenjataan lengkap untuk menghalangi perjalanan beliau, maka terjadilah pertempuran yang sengit antara keduanya. Allah telah mentaqdirkan keselamatan pada Umar Mukhtar dan jama’ahnya hingga mampu membunuh tentara Italia dalam jumlah yang besar, tanpa menafikan beberapa syuhada’ yang dipilih oleh Allah. Sampailah Umar Mukhtar dengan selamat di Libya.

Umar Mukhtar tahu bahwa suatu revolusi militer membutuhkan seorang komandan yang mempunyai perhatian besar untuk membangunnya. Pertama kali yang ditancapkan dalam dada mereka adalah iman yang mantap, sebagai penopang kekuatan dalam menghadapi penjajah. Maka sebagian besar dari komandan-komandan dan para mujahidin Libya sepakat memilih Umar Mukhtar untuk ditarbiyah secara Islami dan meniupkan dalam hatinya Ruhul Jihad, dibesarkan hatinya untuk berani mencapai syahid di jalan Allah, dan mendorong kepada para mujahiddin untuk menghancurkan tentara Itali tanpa mengharapkan sesuatu kecuali dari Ihda Husnayaini ” An Nashru wa As Siyadah atau Al Mautu wa As Syahadah “.

Dalam strategi menghadapi pasukan Itali dengan memakai politik perang gerilya, karena untuk perang secara terbuka dari segi pasukan dan peralatan perang tak seimbang. Beliau memilih Jabal Akhdhor sebagai markaz, daerah ini sangat strategis bagi perjuangan gerilya mujahidin, melihat bnyaknya gunung-gunung dan hutan yang menyulitkan bagi tentara Itaali untuk sampai kesana.

Pasukan Itali sudah puluhan kali meencoba menggempur markaz mujahidin ini, namun setiap serangan mereka hanya menambah kerugian nyawa dan harta saja alias gagal. Kesempatan ini dimanfaatkan mujahidin untuk merebut senjata mereka dan membuka sasaran baru untuk menghancurkan tentara salib.

( Baca Selengkapnya )

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.