July
2008
Meraih Kejayaan Islam
Sekiranya ummat kita ini, baik perindividu maupun kelompok, baik penguasa maupun rakyatnya, mau untuk mentadab buri (merenungkan) Kitâbullah, lalu mengimplementasikan hukumhukum dan hikmahnya, niscaya mereka akan dapat memperoleh sebab-sebab kemenangan atas musuh-musuh mereka, dan niscaya mereka akan mengetahui sunnatullâh (ketentuan Allôh) atas makhluk-Nya, yang tidak pernah berubah-ubah dan berganti-ganti, seiring dengan perubahan zaman dan perputaran waktu.
Nabî Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam bersabda :
“Apabila kalian sibuk dengan sistem jual beli ’înah, dan kalian berpegang dengan ekor-ekor sapi (sibuk dengan beternak) serta kalian terlena dengan bercocok tanam, lalu kalian tinggalkan jihâd fî sabîlillâh, niscaya Allôh timpakan kehinaan kepada kalian, yang Allôh tidak akan mengangkat kehinaan itu sampai kalian mau kembali kepada agama kalian.“
Hadîts yang shahîh ini telah menjadi suatu realita yang menimpa ummat kita hari ini!? Dan hal ini merupakan salah satu tanda tanda (mukjizat) kenabian nabi kita Muhammad Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam, yang mana beliau telah menjelaskan penyakit-penyakit kita (umat Islâm) sekaligus menerangkan keadaan kita. Di dalam hadîts ini, Nabî yang mulia menyebut kan sejumlah penyakit yang tampak pada ummat Islâm, yang mana hal ini merupakan sebab kehinaan dan kemunduran umat ini. ’Inah merupakan sistem jual beli ribawi yang di dalamnya terkandung unsur tipu muslihat terhadap syariat Allôh.
Sesungguhnya, perubahan istilah/sebutan dan nama merupakan salah satu contoh/bentuk tipu muslihat terhadap syariat Allôh. Mereka menyebut riba dengan “faidah“ (profit/bunga), khomr dengan “minuman rohani“, judi dengan “undian
keberuntungan“, zina, ikhtilâth (bercampur baurnya) antara pria dan wanita dan dansa-dansi mereka dengan sebutan
“keindahan seni dan budaya“, dan selainnya. Rasūlullâh Shallâllâhuu ’alaihi wa Sallam melaknat orang-orang
Yahūdi oleh karena mereka adalah kaum yang pertama kali membuat ajaran tipu muslihat terhadap syariat Allôh.