June
2008
Malapetaka Akhir Zaman
![]()
Oleh :
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin
Allah Ta’ala berfirman:
“Alif laaf miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:”Kami telah beriman”, sedang
mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya
Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al- Ankabut: 1-3)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengabarkan kepada kita semua tentang fitnah-fitnah (malapetaka) yang
bakal terjadi. Dan juga menjelaskan jalan selamat darinya, yaitu berpegang teguh dengan Kitabullah dan Sunnah
Rasul-Nya. Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa ia mendengar Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ketahuilah bahwasanya bakal terjadi fitnah-fitnah (malapetaka)!” Kami bertanya: “Bagaimana jalan keluarnya wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Berpegang teguh dengan Kitabullah, sebab di dalamnya disebutkan sejarah orang-orang sebelum kalian, dan khabar tentang yang akan datang setelah kalian, dan di dalamnya juga terdapat hukum terhadap perselisihan di antara kalian. Ia adalah pemisah antara hak dan bathil, dan sekali-kali bukanlah senda gurau. Barangsiapa mening-galkannya karena keangkuhan, niscaya Allah akan membinasakannya. Dan
barangsiapa mencari petunjuk dari selainnya, niscaya Allah akan menye-satkannya. Ia adalah tali Allah yang kokoh.
Dan ia adalah bacaan yang penuh hikmah. Dan ia adalah jalan Allah yang lurus.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi).
Pada hari ini kita berada dalam kancah peperangan melawan fitnah (cobaan dan godaan) yang sangat besar. Fitnah bagaikan potongan malam kelam. Harta adalah fitnah (cobaan), anak-anak adalah fitnah (cobaan), wanita adalah fitnah (godaan), bercampur baur dengan orang-orang kafir dan munafik adalah fitnah (bencana), ajakan kepada kebatilan dan menjauhi kebenaran adalah fitnah (malapetaka), teman pergaulan yang jahat adalah fitnah (bencana), seruan kepada perkara sia-sia, sesat dan batil adalah fitnah (bencana). Dan masih banyak lagi yang lain.
Ketika seorang insan jatuh terperosok ke dalam bahaya dan musibah, maka dihadapannya ada dua pilihan:
Ia segera mencari jalan-jalan keselamatan dan berusaha mengeluarkan diri dari musibah tersebut hingga ia bisa
selamat. Tidak syak lagi hal ini merupakan keharusan yang harus ditempuh bagi orang yang berakal.
Atau ia hanya bisa pasrah menerima dan membiarkan dirinya binasa. Ini adalah tindakan orang bodoh yang
pasrah dan tidak mencari jalan selamat.
( Unduh e-Kitab )