May
2008
Pengorbanan Ahli Tauhid
Memang menegakkan Millah Ibrahim menuntut banyak pengorbanan. Namun dengannyalah pertolongan Allah dan keberhasilan besar digantungkan. Dengannyalah manusia terpilih menjadi dua barisan, barisan iman dan barisan kufur, fusuq dan ‘ishyan (maksiat) dan dengannya nampak jelas auliyaur Rahman dan auliya usy syaithan dan begitulah dakwah para Nabi dan para rasul.
Tidak ada pada mereka kondisi-kondisi yang sakit yang kita alami masa kini berupa berbaurnya tukang kayu bakar dengan tukang panah, orang baik dengan orang buruk, mudahanah dan mujalasah (duduk-duduk) orang-orang berjenggot bersama ahlu fusuq dan fujur, penghormatan terhadap mereka, penghargaan terhadapnya serta pengedepanan mereka atas orang-orang yang bertaqwa dan shalihin. Padahal mereka itu secara terang-terangan menampakkan kebencian terhadap dien ini dan memusuhinya dengan berbagai cara, selalu menunggu-nunggu bencana yang menimpa ahluddien.
Akan tetapi dakwah para Nabi itu adalah bara’ah yang jelas dari kaum-kaumnya yang berpaling dari syari’at Allah, serta permusuhan yang nampak terhadap ma’budat mereka yang bathil, tidak ada pertemuan di tengah jalan serta tidak ada mudahanah dan mujamalah dalam menyampaikan syari’at Allah.
Dengarkan ucapan Nuh as pada masa silam saat ia mengkhithabi kaumnya sendirian lagi tidak takut terhadap kekuasaan dan kezaliman mereka… Ia berkata:
يَاقَوْمِ إِن كَانَ كَبُرَ عَلَيْكُم مَّقَامِي وَتَذْكِيرِي بِئَايَاتِ اللهِ فَعَلَى اللِه تَوَكَّلْتُ فَأَجْمِعُوا أَمْرَكُمْ وَشُرَكَآءَكُمْ ثُمَّ لاَيَكُنْ أَمْرُكُمْ عَلَيْكُمْ غُمَّةً ثُمَّ اقْضُوا إِلَىَّ وَلاَتُنظِرُونِ
Artinya: “Hai kaumku, jika terasa berat bagimu tinggal (bersamaku) dan peringatanku (kepada kalian) dengan ayat-ayat Allah, maka kepada Allahlah aku bertawakal, karena itu bulatkanlah keputusanmu dan (kumpulkanlah) sekutu-sekutumu (untuk membinasakan aku). Kemudian janganlah keputusanmu itu dirahasiakan, lalu lakukanlah terhadap diriku, dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku.” (QS. Yunus, 10: 71).
