26
February
2008

Musuh-musuh Islam tak henti-hentinya berusaha untuk menjauhkan wanita muslimah dari Agama Islam yang haq dan lurus ini. Di setiap tempat dan kesempatan mereka selalu melontarkan tuduhan tuduhan keji yang ditujukan kepada wanita-wanita mu’minah yang suci, mereka mengatakan bahwa :
“Islam adalah penjara bagi wanita, karena wanita dalam Islam wajib di rumah, tidak di izinkan keluar kecuali ada hajat”.
“Menetapnya wanita di rumah, melemahkan ekonomi suatu negara”.
Jangan engkau dengar kata-kata mereka, sebab mereka adalah penganjur yang berdiri di tepi neraka Jahannam dan mengajak serta menyeret ke dalam api neraka Jahannam.
“Mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.” (QS. Al Kahfi: 5)
Ukhti Al Muslimah …! Tahukah anda apa yang mereka inginkan? Mereka hanya menginginkan satu perkara. Menghancurkan agama Islam dan merusak generasi Islam dan menyebarkan kekejian di tengah masyarakat beriman. Mereka menghendaki agar wanita-wanita muslimah yang suci keluar dari rumahnya, dari bentengnya. Mereka menghendaki agar engkau menjadi barang murahan, sebagai pemuas syahwat.
Mereka menipumu agar engkau keluar dari surga sebagaimana iblis mengeluarkan bapak kita Adam darinya. Iblis mengeluarkan Adam dan Hawa dari surga dalam keadaan telanjang, tanpa pakaian, yang
menutup aurat mereka.
Para pengumbar kejahatan pun meniru gaya dan cara yang sama, jangan kamu hiraukan mereka ! Penuhilah panggilan Allah dan Rasul-Nya, pasti di situ ada kebahagiaan sejati.
( baca selengkapnya pada Kitab KEPADA UKHTI MUSLIMAH karya Kelompok Studi Islam Al Ummah Jakarta )
Posted: e-Book
26
February
2008
Posted: Kitab Kuning
25
February
2008

Para sahabat Radliallahu ‘Anhum memandang keagungan Al Quran dari kebesaran yang menurunkannya, kesempurnaannya dari kesempurnaan yang menurunkannya, mereka memandang bahwa Al Qur’an turun dari Raja, Pemelihara, Sesembahan yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui, Maha Kasih Sayang, sebagaimana ditekankan oleh Allah SWT dalam berbagai permulaan surat :
تنزيل الكتاب من الله } سورة الزمر، الجاثية، الأحقاف، { ت نزيل الكتاب من الله العزيز الحكيم } كذلك يوحي إليك } سورة فصلت { ت نزيل من الرحمن الرحيم } سورة المؤمن، { العزيز العليمسورة { وإلى الذين من قبلك الله العزيز الحكيم ،له ما في السموات وما في الأرض وهو العلي العظيمالشورى
Dari pandangan ini mereka menerima Al Qur’an dengan perasaan bahagia campur perasaan hormat, siap melaksanakan perintah dan perasaan cemas dan harapan, serta perasaan kerinduan yang amat dalam, bagaimana tidak ?, karena
orang yang membaca Al Qur’an berarti seakan mendapat kehormatan bermunajat dengan Allah, sekaligus seperti seorang prajurit yang menerima perintah dari atasan dan seorang yang mencari pembimbing mendapat pengarahan dari Dzat yang maha mengetahui. Dan perasaan inilah yang digambarkan oleh Allah SWT dalam FirmanNYA :
أولئك الذين أنعم الله عليهم من النبيين من ذرية آدم وممن حملنا مع نوح ومن ذرية إبراهيم وإسرائيل } ( (سورة مريم الآية : 58 { وممن هدينا واجتبينا إذا تتلى عليهم آيات الرحمن خروا سجدا وبكياً
“Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri
petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis” (QS. Maryam(19) ayat 58
( baca selengkapnya Kitab Al-Qur’an Di Hati Seorang Muslim Disusun Oleh: Muh.Mu’inudinillah Basri, MA )
Posted: e-Book
25
February
2008

Sesungguhnya upaya seseorang untuk mengetahui kewajiban dan hak-haknya, mengetahui kewajibankewajibannya
terhadap Allah dan hamba-Nya termasuk hal yang sangat penting dan merupakan kewajiban yang sangat besar.
Hak yang paling penting adalah hak Allah ta’ala dengan mencintai-Nya, takut, berharap dan ta’at kepada-Nya, menjalankan perintah-Nya, menjauhkan larangan-Nya, mencintai orang-orang yang ta’at kepada-Nya dan membenci orang-orang yang berbuat maksiat kepada-Nya.
Setelah itu hak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan mencintai-Nya, menuruti perintah-Nya dan menjauhi larangannya, membela sunnah sunnahnya dan menjadikannya sebagai panutan dan memperbanyak shalawat terhadapnya.
Kemudian hak sanak saudara dengan berbuat baik kepada mereka serta tidak memutuskan hubungan (silaturrahim). Yang paling utama adalah kedua orang tua di mana kita harus berbuat baik dan berbakti kepadanya, mentaati perintahnya serta menjauhi larangannya selama mereka tidak memerintahkan kepada maksiat terhadap Allah, mendoakan mereka semasa hidupnya dan setelah kematiannya.
Sementara hak anak adalah dengan mendidiknya dengan pendidikan dan pengajaran serta adab yang baik. Kemudian hak-hak yang timbal-balik antara suami istri dengan pergaulan yang baik serta saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa.
Hak tetangga dapat terwujud dengan berbuat baik kepada mereka dengan ucapan dan perbuatan serta menghindari perbuatan yang dapat menyakitinya baik dengan perkataan maupun perbuatan.
Adapun hak-hak seorang mu’min secara umum adalah: Menyebarkan salam, mengunjungi orang sakit, mendoakan orang yang bersin, memenuhi undangan, menasihatinya, menunaikan sumpah, menolong orang yang dizalimi, mengantarkan jenazah, mencintainya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri, membenci apa yang dibencinya sebagaimana
dirinya membencinya, memerintahkan kepada yang ma’ruf serta mencegah perbuatan munkar.
( baca selengkapnya kitab Hak-Hak Yang Sesuai Fitrah Dan Dikuatkan Oleh Syar’iat Karya : Syaikh Muhammad Bin Shalih Al Utsaimin )
Posted: e-Book
25
February
2008

Dimanakah anda wahai saudaraku dari dzikir-dzikir pagi dan sore?! Itulah pertahanan sebenarnya dan benteng kuat dengan izin Allah SWT ?! Dimanakah anda wahai saudaraku dari bala tentara yang berjajar dari para malaikat mulia yang Allah SWT tundukkan untuk menjagamu?! “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah” (Ar Ra’d: 11).
Setiap kali anda menjaga syiar-syiar Islam, maka setiap itu pula penjagaan kepada anda akan menjadi lebih besar.
Sesungguhnya ketika anda menunaikan shalat fajar (subuh) secara berjamaah maka anda berada dalam jaminan, perlindungan dan asuhan Allah hingga sore hari. Maka masihkah anda butuh seseorang setelah Allah SWT?! Sesungguhnya ketika anda keluar dari rumah seraya berdoa: “Dengan menyebut nama Allah, saya bertawakal kepada Allah, tidak ada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah. Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari sesat atau disesatkan, tergelincir atau digelincirkan, berbuat zalim atau dizalimi, berbuat bodoh atau dibodohi. Maka dikatakan kepada anda: “kamu telah dicukupi, diberi petunjuk, dijaga dan setan akan menyingkir dan menjauh darimu seraya berkata kepada teman-temannya: “bagaimana halnya kalian terhadap seseorang yang telah dicukupi, diberi petunjuk dan dijaga?” Apa lagi yang anda minta setelah itu wahai saudaraku?! Akankah anda hendak tinggalkan semua ini….lalu mencari perlindungan kepada sandal, kain, tali atau semisalnya?! Yang sudah pasti barang itu tidak menambah anda melainkan kehinaan.
Dengarkanlah peristiwa ini: “Nabi SAW pernah melihat seorang laki-laki di tangannya terdapat gelang dari kuningan, maka beliau bertanya: “Apa ini?” orang itu berkata: “karena ada sakit di tangan (wahinah)” lantas beliau SAW bersabda :
“Lepaslah gelang itu, karena ia tidak menambahmu melainkan kelemahan. Seandainya kamu mati sedang gelang itu ada pada dirimu maka anda tidak akan beruntung selamanya” Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Imron bin Hushain RA Naz’ (melepas) adalah menarik dengan kuat. Sedang wahinah adalah urat yang diambil dari pundak atau tangan semuanya.
( baca selengkapnya Pertahanan Yang Semu karya Muhammad bin Sulaiman Al-Mufadda )
Posted: Taushiyah, Aqidah