29
January
2008

Bagaimana muslim menyikapi musibah?

Sebagai agama yang  sempurna, Islam memberikan pedoman lengkap guna menyikapi segala macam peristiwa, baik suka maupun duka, yang sudah sunnatullah akan selalu melekat pada setiap manusia yang masih
bernyawa. Keduanya adalah ujian yang harus kita sikapi dengan benar.  Terhadap ujian yang menyenangkan kita wajib
mensyukurinya, dalam arti memanfaatkan karunia Allah SWT tersebut untuk lebih meningkatkan amal ibadah kita
kepadaNYA. Sedangkan untuk ujian yang pahit (tidak disukai) kita wajib bershabar.

Sabda Nabi SAW,
“Sungguh menakjubkan keadaan orang mukmin, karena semua keadaannya baik baginya, dan itu tidak terjadi pada siapa pun kecuali pada orang mukmin. Jika dia mendapat kelapangan dia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika dia ditimpa kesulitan dia bersabar, maka itu pun baik baginya.” (HR. Muslim).

Pedoman Islam itu antara lain menyangkut bagaimana menyikapi musibah. Oleh ulama musibah didefinisikan sebagai
“segala apa yang dibenci yang terjadi pada manusia” (kullu makruuhin yahullu bi al-insan) (Ibrahim Anis, al-Muâjam al-
Wasith, h. 527). Musibah demi musibah yang akrab dengan kehidupan kita pada umumnya telah melahirkan berbagai hal yang tidak disukai, seperti robohnya rumah, kematian anggota keluarga, rusaknya perabotan, dan sebagainya.

Bagaimana pedoman Islam dalam menyikapi musibah seperti ini? Bagi shahibul musibah (yang terkena musibah) Islam
memberikan pedoman sikap  ( baca selengkapnya )

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.